Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mengapa Bekas Luka Bisa Menonjol dan Tak Hilang? Ini Penjelasan Medis tentang Keloid

    Mei 30, 2026

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi
    Kesehatan

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Narasumber kegiatan sosialisasi rancangan peraturan daerah (Raperda) pencegahan dan penanggulangan TBC dan HIV/AIDS, Masdar John saat diwawancara Awak media (Insitekaltim/Andika
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Kota Samarinda dinilai memerlukan keterlibatan seluruh elemen, mengingat target eliminasi penyakit tersebut pada tahun 2030 semakin dekat.

    Hal itu disampaikan Tim Pakar Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Masdar John, dalam kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperd) Pencegahan dan Penanggulangan TBC dan HIV/AIDS yang digelar di Aula PKK Kota Samarinda, Senin 13 April 2026.

    Menurutnya, selama ini penanganan TBC dan HIV/AIDS masih cenderung bertumpu pada sektor kesehatan saja, padahal diperlukan dukungan lintas sektor agar penanganan dapat berjalan optimal.

    “Penanganan ini tidak cukup hanya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), tetapi perlu keterlibatan lintas sektor termasuk akademisi, swasta, dan masyarakat,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan sektor swasta dapat berperan melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti membantu edukasi, promosi kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi dan pengobatan bagi penderita.

    Selain itu masyarakat juga memiliki peran penting dalam menemukan kasus di lapangan, mendampingi pasien, serta mengurangi stigma terhadap penderita.

    “Masyarakat menjadi garda terdepan baik dalam penemuan kasus maupun pendampingan, termasuk menghilangkan stigma,” jelasnya.

    Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari inisiasi DPRD Kota Samarinda melalui panitia khusus (pansu) IV, yang dilaksanakan dalam tiga tahap dan melibatkan berbagai unsur.

    “Hari ini pesertanya dari akademisi, mahasiswa, serta organisasi. Besok akan dihadiri lebih banyak kader, dan hari ketiga direncanakan di rutan,” terangnya.

    Dalam kegiatan tersebut peserta juga mendapatkan pemaparan terkait kebijakan yang telah ada, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kondisi terkini kasus TBC dan HIV/AIDS di Kota Samarinda.

    Ia mengungkapkan kasus TBC dan HIV/AIDS di Samarinda masih menunjukkan peningkatan setiap tahunnya sehingga diperlukan langkah konkret dan terkoordinasi.

    “Kasus masih meningkat setiap tahun, sementara target eliminasi ada di 2030. Waktu kita semakin terbatas,” katanya.

    Melalui penyusunan Raperda ini diharapkan dapat menjadi dasar hukum yang kuat dalam mendorong kerja sama lintas sektor untuk menekan angka kasus di masa mendatang.

    “Perda ini penting agar semua pihak bisa bergerak bersama dalam pencegahan dan penanggulangan TBC dan HIV/AIDS,” pungkasnya.

    Masdar John Pansus Raperda TBC dan HIV/AIDS
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Sawit Warga Loa Janan Rusak Diterjang Lumpur, Tiga Perusahaan Tambang Didesak Bertanggung Jawab

    Mei 26, 2026

    Jelang Iduladha, DPKH Tekankan Sanitasi Ketat Hewan dan Daging Kurban demi Cegah Penyakit

    Mei 25, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    Mei 20, 2026

    Enam Raperda Di Luar Jalur Disepakati, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Satu Tahun

    Mei 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Mengapa Bekas Luka Bisa Menonjol dan Tak Hilang? Ini Penjelasan Medis tentang Keloid

    SittiMei 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tidak semua luka akan sembuh menjadi garis tipis yang samar di kulit.…

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026

    Generasi Muda Jadi Sasaran Judi Online, OJK Perkuat Literasi Keuangan

    Mei 29, 2026

    Jelang Musda VI di Samarinda, Demokrat Kaltim Resmi Buka Seleksi Ketua Baru

    Mei 29, 2026

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    Mei 29, 2026
    1 2 3 … 3,111 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.