Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum dalam penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi persoalan kesehatan di masyarakat.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyampaikan, saat ini pemerintah bersama pihak terkait sedang melakukan sosialisasi dan pembahasan rancangan perda tersebut.
“Kegiatan ini adalah sosialisasi terkait rencana perda penanggulangan TBC. Ini akan dibahas selama tiga hari sebagai langkah awal penyusunan regulasi,” ujarnya Saat diwawancara, Senin 13 April 2026.
Ia menjelaskan penyusunan perda ini diinisiasi bersama berbagai pihak, termasuk tenaga ahli dan narasumber yang berkompeten, guna memastikan regulasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar pelaksanaan program serta penganggaran ke depan.
“Harapannya perda ini bisa menjadi payung hukum, baik untuk pelaksanaan program maupun dukungan anggaran penanganan TBC di Kota Samarinda,” jelasnya.
Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam proses sosialisasi agar dapat memahami tahapan penyusunan kebijakan publik secara langsung.
“Kami juga melibatkan mahasiswa agar mereka mengetahui proses pembentukan perda, mulai dari pembahasan hingga implementasinya,” tambahnya.
Terkait kondisi di lapangan, Saefuddin mengakui kasus TBC di Samarinda masih cukup tinggi, dan membutuhkan perhatian serius, terutama dari sisi kesadaran masyarakat.
“Kasus TBC masih ada dan cukup banyak. Yang menjadi perhatian adalah kesadaran masyarakat, baik dalam pencegahan maupun pengobatan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas, karena ketidakteraturan konsumsi obat dapat menyebabkan penyakit tidak sembuh dan berpotensi kambuh kembali.
“Kalau sudah diberi obat harus diminum sesuai aturan. Jangan sampai tidak tuntas, karena itu bisa membuat penyakit muncul kembali,” tegasnya.
Pemerintah Kota berharap melalui regulasi yang sedang disusun serta peningkatan kesadaran masyarakat penanganan TBC di Samarinda dapat berjalan lebih optimal dan terkoordinasi ke depan.
“Kita harapkan masyarakat bisa bersama-sama dengan pemerintah untuk menekan angka TBC melalui kesadaran dan kepatuhan dalam pengobatan,” pungkasnya.

