Insitekaltim, Samarinda — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Samarinda Jurait mengungkapkan jumlah jemaah haji Kota Samarinda tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 1.024 orang.
Menurut Jurait, jumlah tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya sekitar 500 jemaah. Peningkatan ini dipengaruhi oleh sistem waiting list yang kini diterapkan secara nasional.
“Jemaah berangkat berdasarkan nomor urut pendaftaran. Siapa yang mendaftar lebih dulu, maka akan berangkat lebih dulu,” ujarnya dalam kegiatan pelepasan jemaah haji oleh Wali Kota Samarinda di Gor Segiri, Minggu, 5 April 2026.
Sistem tersebut juga berdampak pada masa tunggu yang kini lebih singkat. Jika sebelumnya masa tunggu haji di Samarinda bisa mencapai 36 hingga 40 tahun, kini masa tunggu telah berkurang sehingga mempercepat keberangkatan para jemaah.
“Rata-rata jemaah yang berangkat tahun ini adalah mereka yang mendaftar pada tahun 2012,” jelasnya.
Di sisi lain, Jurait memastikan kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini telah mencapai 100 persen, termasuk kelengkapan dokumen jemaah seperti paspor.
Ia menyebut, tahun 2026 menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya penyelenggaraan haji sepenuhnya dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah, setelah sebelumnya berada di bawah Kementerian Agama, seiring terbitnya Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2025.
“Dokumen jemaah sudah 100 persen siap. Bahkan kartu nusuk yang sebelumnya dibagikan di Makkah, insyaallah tahun ini dibagikan di embarkasi Balikpapan,” ungkapnya.
Selain itu, sistem pelayanan jemaah juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya satu kloter bisa dilayani banyak syarikat hingga jemaah terpisah di beberapa hotel, kini akan disederhanakan.
“Sekarang hanya dua syarikat, bahkan satu embarkasi dilayani satu syarikat. Ini untuk memudahkan koordinasi dan menghindari kekisruhan,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada kekhawatiran terkait kondisi geopolitik di Timur Tengah. Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan penundaan dari pemerintah.
“Pemberangkatan tetap sesuai jadwal. Kloter Samarinda direncanakan masuk embarkasi pada 26 Mei dan berangkat 27 Mei,” pungkasnya.

