Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mendorong penguatan hilirisasi industri dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, salah satu fokus utama adalah pengembangan hilirisasi sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.
“Tahun depan kita proyeksikan pembangunan rumah produksi bersama untuk minyak sawit, agar kita bisa mengendalikan inflasi dan meningkatkan nilai tambah,” ujarnya dalam Konsultasi Publik RKPD 2027 di Samarinda pada Selasa, 31 Maret 2026
Selain hilirisasi, pemprov juga mendorong peningkatan investasi melalui skema Investment Project Ready to Offer (IPRO), termasuk penguatan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
Menurut Sri, penguatan kelembagaan pengelola KEK menjadi kunci untuk menarik investor, salah satunya melalui skema kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Kita dorong pengelolaan yang lebih kuat agar investor tidak ragu, terutama terkait kejelasan aset dan koordinasi antar pihak,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemprov Kaltim juga mengoptimalkan potensi PAD melalui sejumlah sektor, seperti Pajak Air Permukaan (PAP) dan pajak alat berat.
Ia menyoroti potensi besar dari industri kelapa sawit yang dinilai belum maksimal dalam kontribusi pajak air permukaan.
“Jumlah pabrik sawit kita jauh lebih banyak, tapi kontribusinya belum optimal. Ini yang akan kita tingkatkan,” katanya.
Selain itu, objek pajak juga diperluas, termasuk alat berat di laut seperti floating crane yang digunakan perusahaan migas.
Upaya lain juga dilakukan melalui rencana pengelolaan alur sungai dan fasilitas tambat kapal yang nantinya dapat dikenakan retribusi daerah.
Dengan berbagai strategi tersebut, Pemprov berharap transformasi ekonomi Kaltim dari sektor tambang menuju sektor non-ekstraktif dapat terus diperkuat.
“Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi sektor tambang menurun, sementara industri pengolahan, jasa, dan UMKM meningkat. Ini yang terus kita dorong,” tutup Sri.

