Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan menyiapkan 10 unit insinerator berbasis Tempat Penampungan Sementara (TPS) di sejumlah titik.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan bahwa seluruh fasilitas tersebut secara fungsional telah siap dan ditargetkan mulai beroperasi paling lambat sebelum Juni 2026.
“Secara fungsional sudah siap. Tinggal pekerjaan minor seperti penataan taman, pembersihan lokasi, serta penyelesaian administrasi dan uji coba,” ujarnya, Kamis 26 Maret 2026.
Setiap unit insinerator memiliki kapasitas pengolahan sekitar 20 ton sampah dalam delapan jam. Dengan sistem kerja dua hingga tiga shift, kapasitas tersebut dapat meningkat signifikan.
“Jika dioperasikan dua shift bisa mencapai 40 ton, dan jika tiga shift bisa sampai 60 ton per hari. Dengan 10 unit, pengurangan sampah bisa mencapai sekitar 400 hingga 600 ton per hari,” jelasnya.
Menurut Andi Harun, kehadiran insinerator ini diharapkan mampu mengurangi beban sampah yang selama ini masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan. Dengan begitu, tekanan terhadap TPA dapat ditekan dan sistem pengelolaan sampah menjadi lebih efisien.
Selain itu, konsep TPS berbasis insinerator memungkinkan pengolahan dilakukan lebih dekat dengan sumber sampah. Hal ini dinilai dapat mempercepat penanganan serta mengurangi ketergantungan pada pengangkutan menuju TPA.
Sebelum dioperasikan secara penuh, seluruh fasilitas akan melalui tahap komisioning atau uji coba guna memastikan sistem berjalan optimal. Pemkot juga akan melengkapi berbagai sarana pendukung, termasuk aspek keamanan dan keselamatan kerja.
Pengamanan lokasi menjadi perhatian khusus guna mencegah potensi kerusakan maupun kehilangan peralatan.
“Nanti ketika sudah aktif, seluruh fasilitas pendukung seperti keamanan dan perlengkapan keselamatan akan dilengkapi,” tambahnya.
Pembangunan insinerator ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Samarinda.
Meski kapasitas yang tersedia belum sepenuhnya mampu menampung total produksi sampah harian yang mencapai lebih dari 600 ton, langkah ini dinilai sebagai progres penting menuju sistem pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Ini memang belum cukup untuk seluruh kebutuhan, tetapi ini langkah besar yang harus kita lakukan secara bertahap,” tegasnya.
Pemkot Samarinda berharap, dengan beroperasinya 10 insinerator tersebut, pengelolaan sampah di kota ini dapat berjalan lebih efektif sekaligus mengurangi penumpukan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan perkotaan.
