Insitekaltim, Samarinda – Kebakaran yang melanda Pasar Segiri Kota Samarinda menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang. Salah satunya Arjuna, pedagang yang telah berjualan selama lebih dari 30 tahun sejak 1993, mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat insiden tersebut.
Peristiwa kebakaran terjadi di area tengah pasar dan menghanguskan puluhan kios serta ruko, termasuk tempat usaha milik Arjuna. Ia menyebut seluruh bangunan dan barang dagangannya tidak terselamatkan.
“Kurang lebih saya rugi sekitar Rp100 jutaan, karena saya juga jual es batu, semuanya habis, ruko habis, bangunan habis,” ujar Arjuna saat ditemui di lokasi Kamis, 26 Maret 2026.
Arjuna menjelaskan, selain menjual udang, ia juga mengandalkan usaha es batu yang setiap harinya mampu menghasilkan pendapatan cukup besar. Bahkan, dari penjualan es batu saja, ia bisa memperoleh sekitar Rp1 juta per hari.
“Kalau es batu itu biasanya sehari bisa dapat sejuta. Itu untuk kebutuhan ikan, daging, dan lainnya,” katanya.
Meski demikian, ia mengungkapkan sebagian kecil barang sempat diselamatkan oleh warga dan keluarga, termasuk beberapa unit freezer. Namun, sebagian besar asetnya tetap hangus terbakar.
“Paling ada beberapa yang sempat diangkat, sekitar 10 freezer, tapi selebihnya habis terbakar,” ucapnya.
Arjuna juga menyoroti minimnya fasilitas keselamatan di kawasan ruko, seperti alat pemadam kebakaran yang tidak tersedia secara merata. Selain itu, ia menilai akses menuju lokasi saat kejadian cukup sulit karena kondisi pasar yang padat.
“Alat pemadam itu tidak ada secara khusus, masing-masing saja. Akses juga susah karena padat,” jelasnya.
Terkait rencana pemerintah untuk melakukan renovasi, Arjuna berharap proses tersebut dapat segera direalisasikan agar para pedagang bisa kembali berjualan. Ia bahkan tidak mempermasalahkan jika pembangunan dilakukan secara sementara terlebih dahulu.
“Harapan kami ya supaya cepat direnovasi, mau sementara atau permanen tidak masalah, yang penting bisa dipakai jualan dulu,” ungkapnya.
Ia juga menyatakan kesiapan para pedagang jika harus direlokasi sementara selama proses perbaikan berlangsung, asalkan tetap disediakan tempat untuk berjualan.
“Kalau pedagang siap saja direlokasi, yang penting ada tempat untuk usaha,” katanya.
Menjelang mengakhiri pernyataan, Arjuna saat ini memilih untuk berhenti sementara dari aktivitas berdagang dan tetap bertahan di lokasi sambil menunggu kejelasan dari pemerintah.
Ia mengaku hanya mengandalkan sedikit tabungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Untuk sementara berhenti dulu. Untung masih ada tabungan sedikit, tapi kalau usaha tidak jalan ya lama-lama habis juga,” pungkasnya.
