Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mengevaluasi keluhan masyarakat terkait tempias air hujan yang masuk ke area bangunan Pasar Pagi saat hujan disertai angin kencang.

Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda Desy Damayanti menjelaskan, dalam perencanaan awal desain bangunan hanya memperhitungkan curah hujan normal yang jatuh secara vertikal. Sementara itu, hujan yang disertai tekanan angin dari samping tidak menjadi variabel utama karena intensitas kejadiannya relatif jarang.
“Dalam perencanaan kami menghitung intensitas hujan tetapi tidak memperhitungkan arah datangnya air hujan dari samping akibat angin kencang. Kondisi ini memang belum terakomodasi sejak awal,” ujar Desy Senin, 5 Januari 2026.
Sebagai salah satu alternatif solusi, PUPR mempertimbangkan pemasangan kanopi tambahan pada sisi bangunan yang terbuka. Namun, menurut Desy, opsi tersebut memiliki sejumlah konsekuensi yang perlu dikaji secara matang, terutama dari aspek estetika dan fungsi bangunan.
“Kalau kanopi hanya ditambah di satu sisi, bangunannya menjadi tidak simetris dan secara visual kurang baik, apalagi sisi terbuka itu langsung menghadap ke jalan,” jelasnya.
Selain mengganggu tampilan bangunan, pemasangan kanopi juga berpotensi menimbulkan dampak lanjutan. Desy menyebut, aliran air hujan yang tertahan kanopi dapat mengarah ke bangunan di sisi lain dan memicu keluhan baru dari masyarakat sekitar. Di sisi lain, penutupan area terbuka secara penuh juga dikhawatirkan mengurangi pencahayaan alami di dalam bangunan pasar.
“Banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Kalau ditutup, cahaya alami akan berkurang. Kalau hanya sebagian, air hujan justru bisa mengalir ke bangunan lain,” tambahnya.
Meski demikian, kejadian hujan dengan tekanan angin dari arah samping tersebut tetap menjadi bahan evaluasi tim teknis PUPR. Pemerintah Kota Samarinda berencana menyampaikan hasil kajian awal ini kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Wali Kota Samarinda sebagai bahan pertimbangan lanjutan.
“Kondisi ini akan kami evaluasi bersama tim teknis. Jika secara fungsi dan estetika memungkinkan, tentu akan kami sampaikan sebagai masukan untuk tindak lanjut,” pungkasnya.
