Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 12, 2026

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Menuju Eliminasi Malaria 2027, Kaltim Intensifkan Pengawasan Daerah Endemis
    Diskominfo Kaltim

    Menuju Eliminasi Malaria 2027, Kaltim Intensifkan Pengawasan Daerah Endemis

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuni 18, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda –Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat langkah menuju target eliminasi malaria di seluruh kabupaten dan kota pada tahun 2027. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, 6 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim telah dinyatakan bebas malaria.

    “Dari sepuluh kabupaten/kota, sudah enam yang bebas malaria. Yang masih belum adalah Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Berau, dan Kutai Timur (Kutim),” ujar Jaya saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa, 17 Juni 2025.

    Jaya mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah di wilayah PPU dan Paser. Kedua daerah tersebut masih mencatat angka kasus malaria tahunan yang cukup tinggi, yakni di atas 5 persen. Padahal, untuk meraih status eliminasi malaria, angka kasus tahunan harus di bawah 1 persen.

    “Sebenarnya sebagian besar daerah sudah memenuhi syarat. Tapi PPU dan Paser masih di atas 5 persen. Itu yang sedang kita kejar agar bisa segera ditekan,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Jaya menjelaskan bahwa habitat nyamuk pembawa parasit malaria, yaitu nyamuk Anopheles, masih banyak ditemukan di kawasan hutan sekitar wilayah Ibu Kota Negara (IKN), khususnya di kawasan Muser Paser. Meski bukan berasal dari area inti IKN, keberadaan hutan yang luas dan aktivitas manusia di dalamnya memicu risiko penularan.

    “Yang membawa parasit itu bukan nyamuk di IKN-nya, tapi dari kawasan hutan di sekitarnya. Warga atau pekerja yang beraktivitas di sana seringkali pulang membawa parasit malaria, dan bisa menular ke orang lain,” ungkapnya.

    Untuk menekan laju penyebaran, Dinas Kesehatan Kaltim telah membentuk pos pemantau malaria di wilayah rawan tersebut. Pos ini bertugas memeriksa kondisi kesehatan, khususnya darah, para pekerja yang keluar-masuk kawasan hutan. Upaya ini dinilai cukup efektif karena telah menunjukkan penurunan jumlah kasus secara bertahap.

    “Kita sudah bentuk pos pemantau malaria. Jadi siapa saja yang masuk ke area hutan dicek, dan saat keluar pun dicek lagi. Kalau terdeteksi membawa parasit, langsung ditangani. Ini sangat membantu menekan angka kasus,” tutur Jaya.

    Ia optimistis, dengan strategi terpadu yang melibatkan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pengawasan ketat, target eliminasi malaria di seluruh kabupaten/kota pada 2027 bisa tercapai. Terlebih lagi, dukungan lintas sektor, termasuk dari pengelola kawasan IKN dan instansi terkait, terus diperkuat.

    “Target kita tetap 2027 semua wilayah di Kaltim bebas malaria. Perlu sinergi semua pihak, apalagi dengan hadirnya IKN, mobilitas manusia tinggi dan perlu pengawasan ekstra,” pungkas Jaya.

    Dengan strategi yang terus dimatangkan dan kerja sama lintas sektor, Provinsi Kalimantan Timur berharap bisa menjadi provinsi yang sepenuhnya terbebas dari ancaman malaria dalam dua tahun ke depan.(Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    Eliminasi Malaria 2027 IKN Jaya Mualimin
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tiga Bulan Tersisa, Kepala Dinkes Kaltim Baru Dihadapkan Sejumlah Persoalan Kesehatan

    September 29, 2026

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    Juli 26, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    Juli 25, 2026

    Setiap Risiko Tindakan Medis Harus Dijelaskan kepada Pasien

    Juli 23, 2026

    Audit Kemenkes Ungkap Perlunya Perbaikan Tata Kelola dan Komunikasi di RSUD AWS

    Juli 22, 2026

    Alkes Belum Lengkap, Gedung Pandurata AWS Belum Bisa Layani Pasien

    Juli 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    AminahOktober 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tiga pria diduga memanfaatkan transaksi yang melibatkan aplikasi MiChat untuk merampas ponsel…

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Karhutla Picu 13 Ribu Kasus ISPA, Pemprov Kaltim Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana

    Oktober 12, 2026

    PJJ di Samarinda Bergantung Kualitas Udara, Sekolah Diminta Berkoordinasi dengan Puskesmas

    Oktober 12, 2026

    El Nino Kuat, Musim Hujan Kaltim 2026–2027 Diprediksi Lebih Pendek

    Oktober 12, 2026
    1 2 3 … 3,381 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.