Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kaltim Bawa Pulang Tiga Medali dari Kejurnas Kabaddi U-21

    September 10, 2026

    Luruskan Isu Dugaan Korupsi Pasar Pagi, Praperadilan Bukan Bukti Tindak Pidana

    September 10, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Sapto Minta Soal Kemiskinan dan Stunting Harus Berbasis Data Riil
    DPRD Kaltim

    Sapto Minta Soal Kemiskinan dan Stunting Harus Berbasis Data Riil

    SukriBy SukriApril 17, 2025Updated:April 17, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sapto Anggota DPRD Kaltim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, meminta masalah kemiskinan dan stunting di Kaltim harus berbasis data riil. Tanpa data yang jelas dan mutakhir, program prioritas seperti pengentasan kemiskinan dan percepatan penanganan stunting rawan salah sasaran.

    “Kalau kita tidak punya data sendiri dan hanya mengandalkan angka dari BPS, itu tidak afdal (kurang baik). Kita harus punya data berbasis wilayah, bahkan hingga ke level kelurahan dan individu. Ini penting supaya penyaluran bantuan dari pemerintah atau program beasiswa benar-benar tepat sasaran,” ungkap Sapto, di Ruangannya, Lantai 4, pada Rabu 16 April 2025.

    Lebih lanjut ia menyatakan, masalah akurasi data ini sudah terlalu lama menjadi kendala dalam perencanaan program.

    Ia mencontohkan ada kasus penyaluran beasiswa yang tidak langsung disalurkan ke penerima, melainkan dititipkan di rekening pihak lain. Kalau seperti ini akan berpotensi jadi masalah.

    “Kalau kita tidak hati-hati, asas manfaat dari program justru bisa hilang karena proses distribusi yang tidak transparan dan data yang tidak valid,” ungkapnya.

    Selain itu, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masih digunakannya data usang di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Sosial.

    Ia menyebut, data yang digunakan oleh kementerian maupun provinsi acap kali tidak sinkron dengan yang ada di tingkat kabupaten/kota. Bahkan, ada yang belum diperbarui selama bertahun-tahun.

    “Inilah yang harus diperbaiki. Kita butuh sinkronisasi antar lembaga. Antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Kalau tidak, ya program stunting atau pengentasan kemiskinan yang dijalankan hanya sekadar formalitas,” ucap Plt Ketua Partai Golkar Kota Samarinda itu.

    Lebih lanjut, Sapto mengatakan bahwa proses harmonisasi antar-OPD sudah dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 29 April mendatang.

    Ia ungkapkan forum tersebut akan menjadi titik krusial untuk menyamakan data dan prioritas program lintas sektor. Untuk itu,  Ia berharap, hasilnya nanti bisa menjadi fondasi kuat dalam menyusun RPJMD yang lebih akurat dan terukur.

    Selain itu, ia juga menyentil perlunya roadmap yang jelas terhadap target-target pembangunan, termasuk pengembangan energi terbarukan, kemandirian pangan, serta penguatan SDM lokal.

    Menurutnya, masing-masing program harus memiliki tahapan yang rinci, target capaian per tahun, dan mekanisme evaluasi yang ketat.

    “Untuk itu, harus disiapkan mulai sekarang. Dan semua itu, balik lagi ke basis data dan perencanaan,” pesannya.

    Politisi Golkar itu, menambahkan, dalam program pendidikan gratis di jenjang SMA dan SMK harus di-breakdown dengan data penerima manfaat yang jelas.

    “Harus ada baseline tahunannya. Misalnya di 2025 targetnya apa, berapa jumlah siswa yang harus dibiayai, dan siapa saja yang layak. Jangan sampai bertabrakan dengan program pusat,” mintanya.

    ” Saya berharap RPJMD lima tahun ke depan tidak hanya menjadi dokumen normatif, tetapi benar-benar menjadi panduan strategis pembangunan Kaltim yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,”pungkasnya.

    BPS Data Gratispoll Kemiskinan Komisin II Sapto Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sukri

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026

    Cegah Anak Stunting, Kini Periksa Kehamilan Wajib Delapan Kali

    Juli 12, 2026

    Inisiasi Menyusu Dini, Intervensi Tepat Dukung Pertumbuhan Bayi Juga Stunting

    Juli 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kaltim Bawa Pulang Tiga Medali dari Kejurnas Kabaddi U-21

    R’syaSeptember 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) membawa pulang tiga medali dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas)…

    Luruskan Isu Dugaan Korupsi Pasar Pagi, Praperadilan Bukan Bukti Tindak Pidana

    September 10, 2026

    BIFF Dorong Wastra dan Kriya Kaltim Naik Kelas ke Pasar Global

    September 10, 2026

    TPP Guru Samarinda Belum Dibayar, Ismail Latisi: Tidak Ada Wacana Pengurangan dan Penghilangan

    September 10, 2026

    BIFF Siapkan Siswa SMK Kaltim Tampil di Melbourne

    September 10, 2026
    1 2 3 … 3,332 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.