Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    April 29, 2026

    Polemik 49 Ribu Peserta BPJS, DPRD Samarinda Desak Solusi Bersama Pemprov

    April 29, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Kekerasan Anak di Samarinda Tertinggi di Kaltim, Salehuddin: Jangan Cederai Generasi Bangsa
    DPRD Kaltim

    Kekerasan Anak di Samarinda Tertinggi di Kaltim, Salehuddin: Jangan Cederai Generasi Bangsa

    LarasBy LarasAgustus 7, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Salehuddin mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kasus kekerasan pada anak di Samarinda yang menduduki peringkat pertama di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Berdasarkan data aplikasi Sistem Informasi Online (Simfoni) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Desember 2023, terjadi 498 kasus kekerasan anak di Samarinda.

    Kasus ini meliputi, 309 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 189 kasus kekerasan terhadap anak. Melalui sumber yang sama, kasus kekerasan tahun 2024 di Bulan Mei, sudah mencapai 99 kasus, yang terdiri dari 46 kasus kekerasan pada perempuan dan 53 kasus kekerasan anak.

    Dirinya menyebutkan bahwa peran dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) dalam hal ini sangat diperlukan.

    “DP2PA misalnya, harus betul-betul melakukan proses pengawasan atau sesuai dengan instrumen masing-masing,” tegasnya di Gedung B DPRD Kaltim, Selasa (6/8/2024).

    Tak hanya DP2PA, menurutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga memiliki peran penting dalam mengawasi anak di lingkup sekolah, melalui peran serta tenaga pendidik.

    Banyak kasus kekerasan pada anak terjadi di sekolah dengan berbagai pelaku kekerasan yang bervariasi, seperti tenaga pendidik serta teman sebayanya. Untuk itu, pengawasan melalui dorongan Disdikbud diperlukan.

    “Jangan sampai hal ini terjadi lagi atau malah meningkat ke depannya,” tekan Salehuddin.

    Kemudian, yang tak boleh luput adalah pembinaan keluarga. Tak sedikit kasus kekerasan pada anak dilakukan oleh keluarga terdekat. Lingkungan tempat tumbuh kembang anak tak selalu aman. Malah dapat menyebabkan kasus terparah kekerasan anak hingga meregang nyawa terjadi oleh pelaku yang merupakan orang terdekat korban.

    “Lingkungan tempat tinggal mereka itu harusnya lebih dimaksimalkan. Jangan sampai di sekolah clear tetapi ternyata di rumah lah sumber kekerasan terhadap anak itu,” jelasnya.

    Keseluruhan saran tersebut tidaklah terpatri dalam benak masyarakat apabila tidak ada kesadaran secara individu. Kesadaran untuk melindungi anak-anak yang merupakan para pemimpin bangsa kelak harus dimulai dari diri sendiri.

    Salehuddin mengingatkan bahwa ini merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya DP2PA, Disdikbud dan tenaga pendidik saja. Melainkan setiap orang dewasa memikul beban yang sama, untuk menghentikan tindakan keji tersebut.

    “Anak-anak ini adalah generasi yang akan memimpin bangsa kita. Untuk itu mereka jangan sampai dicederai,” tutupnya.

    Kekerasan Anak Samarinda Salehuddin SIMFONI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Pokir DPRD Kaltim Terancam Berkurang, DPRD Minta Aspirasi Masyarakat Tetap Diakomodasi

    April 2, 2026

    DPRD Kaltim Ingatkan WFH Tak Ganggu Pelayanan Publik, Soroti Potensi Kecemburuan ASN

    April 2, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Kritik Wacana Penutupan Prodi, Soroti Ketimpangan SDM dan Dunia Kerja

    Andika SaputraApril 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Anhar menilai,…

    Polemik 49 Ribu Peserta BPJS, DPRD Samarinda Desak Solusi Bersama Pemprov

    April 29, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Desa Cantik untuk Percepat Penanganan Stunting

    April 29, 2026

    Jangan Bebani Pelaku Usaha, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta Skema Bagi Hasil Harus Rasional

    April 29, 2026
    1 2 3 … 3,080 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.