Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Juni 23, 2026

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Dewan Sebut Pemerintah Lamban Tangani Insentif Nakes Bontang
    DPRD Bontang

    Dewan Sebut Pemerintah Lamban Tangani Insentif Nakes Bontang

    SeliBy SeliJuli 13, 202102 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam saat diwawancarai di ruangannya, Sekretariat DPRD, Bontang Lestari, Selasa (13/7/2021)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nuril – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan memasukkan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19 pada refocusing tahap ketiga nanti.

    Hal itu menuai pro dan kontra dari beberapa pihak. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai pemerintah lamban dalam menangani permasalahan nakes Covid-19.

    “Setelah DPRD bersuara, menjalankan fungsi kontrolingnya, melalui Komisi II, serta di tahap pimpinan kita bersuara, barulah akhirnya dimasukkan dalam refocusing tahap tiga ini. Jadi saya anggap pemerintah lamban,” ungkap Andi Faiz saat diwawancarai oleh awak media di ruangannya, Sekretariat DPRD, Bontang Lestari, Selasa (13/7/2021).

    Hal itu dikarenakan Pemkot Bontang tidak memasukkan pembayaran insentif nakes pada tahap-tahap refocusing sebelumnya.

    Sebelumnya, pada tahap satu sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) ada refocusing dana alokasi umum (DAU) dan dana insentif daerah (DID).

    “DID yang salah satunya tercantum dana insentif nakes,” ucapnya.

    Namun, saat refocusing tahap satu ternyata Pemkot tidak mencantumkan insentif nakes. Sehingga politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu menganggap bahwa Pemkot lalai atau ceroboh karena hal yang sangat krusial di masa pandemi Covid-19 ini diabaikan.

    “Sedangkan yang kemarin (tahap kedua) yang bersama masterplan itu juga tidak diusulkan terkait insentif nakes,” tegasnya.

    Pada tahap ketiga ini, refocusing dipinjamkan dari anggaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) selama 2 bulan. Biasanya gaji PNS dianggarkan untuk 14 bulan sehingga itu tidak akan jadi masalah.

    “Yang jadi masalah kenapa tidak dilakukan dari kemarin-kemarin, tunggu ada permasalahan seperti ini baru dicarikan solusinya,” pungkasnya.

    Perlu diketahui, insentif nakes belum terbayarkan sejak Januari hingga Juni tahun ini dengan estimasi tunggakan mencapai Rp9 miliar.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Rizal Desak Pemerintah agar Pegawai Non-ASN Diangkat P3K

    Februari 12, 2025

    Yassier Arafat Sebut Lapangan Berbas Pantai Butuh Perbaikan, Bukan Alih Fungsi

    November 28, 2024

    DPT Bontang Naik, Ketua DPRD Optimis Partisipasi Pemilih Tinggi

    November 26, 2024

    Gandeng Unmul, DPRD Bontang Godok Aturan Pelindung UMKM-Pasar Rakyat dari Gempuran Waralaba

    November 25, 2024

    RT 18 Sabet Juara Pertama Liga Bocah U-12 Berbas Pantai

    November 24, 2024

    Tutup Liga Bocah U12, Yassier Arafat Sebut Berbas Pantai Punya Potensi Besar

    November 24, 2024
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Geliat Pembangunan Ekonomi Domestik, Belum Jadikan Samarinda Sebagai Kota Mandiri

    Nur AjijahJuni 23, 2026

    Insifekaltim, Samarinda – Geliat pembangunan yang semakin masif, termasuk dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).…

    Gedung Pandurata RSUD AWS Belum Beroperasi, Penyempurnaan Ditarget Tuntas Akhir 2026

    Juni 23, 2026

    Kejar Ketahanan Pangan, Kaltim Targetkan Tambah 13 Ribu Hektare Sawah Baru

    Juni 23, 2026

    Polemik Parkir Mie Gacoan Memanas, DPRD Minta Pengusaha Lokal Dibina Bukan Disingkirkan

    Juni 23, 2026

    Rp32,7 Miliar Anggaran Disdag Samarinda Disorot, 90 Persen Serapan Semester I Didominasi Belanja Internal

    Juni 23, 2026
    1 2 3 … 3,166 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.