Reporter: Hilda – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Hendra AH, menyatakan kesulitan mengevakuasi longsor jika tanpa ekskavator atau mesin pengeruk. Karena itu pihaknya meminta bantuan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Samarinda.

Sebelumnya pada Jumat (3/1/2020) terjadi longsor di Jalan KS Tubun Dalam, Kelurahan Sidodadi. Sebuah bangsalan ambruk menimpa rumah warga. Kini BPBD Samarinda sedang mengevakuasi.
Menurutnya, keperluan penggunaan ekskavator telah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda. Namun, belum ada tanggapan dari PUPR Samari da karena terkendala akhir pekan.
“Anggota saya sudah koordinasi dengan PUPR Samarinda, tidak tahu jawaban dari sama apa. Ini terkendala hari Minggu,” jelasnya saat dihubungi via telepon, Minggu (5/1/2020).
Dikatakan Hendra, sambil menunggu konfirmasi dari pihak PUPR Samarinda, timnya mengambil tindakan untuk menutupi bagian longsor menggunakan terpal. Hal ini dilakukan agar tanah tidak terkena air hujan saat turun kembali.
“Kalau terkena hujan lagi, tanah akan bergerak kembali dan dikhawatirkan mengenai rumah yang dibawahnya,” terangnya.
Ia turut mengimbau untuk berhati-hati dan waspada apabila intensitas hujan masih terhitung 100 ml/detik.
Terutama untuk daerah rawan longsor seperti di Selili, Jalan Harun Nafsi, daerah dekat RS Siaga Al Munawwarah Ramania, serta daerah Gerilya.
“Masyarakat harus waspada karena menurut BMKG puncak tertinggi curah hujan di akhir Januari,” pungkasnya.
