Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    November 1, 2026

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»932 Hektare Terdampak Karhutla, BPBD Samarinda Dorong Pencegahan Bersama
    Pemkot Samarinda

    932 Hektare Terdampak Karhutla, BPBD Samarinda Dorong Pencegahan Bersama

    SintaBy SintaNovember 1, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Infografis data Karhutla di kota Samarinda yang dirilis oleh BPBD kota Samarinda. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di Kota Samarinda sepanjang 2026. Tidak hanya menghanguskan lahan, kebakaran yang terjadi di sejumlah kecamatan juga berpotensi mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, hingga keseimbangan ekosistem lingkungan.

    Berdasarkan data kumulatif Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, periode Januari hingga 31 Oktober 2026, tercatat sebanyak 345 kejadian karhutla dengan total luas area terdampak mencapai 932,72 hektare.

    Pelaksana tugas (Plt) BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan tingginya angka kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi lingkungan cenderung kering dan mudah terbakar.

    “Karhutla bukan hanya persoalan lahan yang terbakar, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kesehatan, kualitas udara, serta kelestarian lingkungan. Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” Ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan seluler. Sabtu, 31 Oktober 2026.

    Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Sambutan menjadi salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tertinggi. Dalam data rincian kecamatan, wilayah ini mencatat 128 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 5.083.700 meter persegi atau sekitar 508,37 hektare.

    Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Palaran dengan 94 kejadian dan luas area terbakar 2.158.658 meter persegi atau sekitar 215,87 hektare. Sementara itu, Kecamatan Samarinda Utara mencatat 59 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 1.403.100 meter persegi atau sekitar 140,31 hektare.

    Adapun wilayah lainnya meliputi Samarinda Ulu sebanyak 30 kejadian dengan luas 321.595 meter persegi, Sungai Kunjang 10 kejadian seluas 93.975 meter persegi, Sungai Pinang 10 kejadian seluas 140.300 meter persegi, serta Loa Janan Ilir delapan kejadian dengan luas 80.200 meter persegi.

    Selanjutnya, Samarinda Seberang mencatat dua kejadian dengan luas 15.000 meter persegi. Sedangkan Samarinda Kota dan Samarinda Ilir masing-masing mencatat satu kejadian dengan luas area terbakar 200 meter persegi.

    Suwarso menegaskan, besarnya dampak kebakaran tersebut perlu diantisipasi melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, langkah pencegahan sederhana dapat membantu menekan potensi munculnya titik api baru.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Pastikan juga api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” Tegasnya.

    Selain merusak vegetasi dan ekosistem, karhutla juga dapat menghasilkan asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Gangguan pernapasan, menurunnya kualitas udara, hingga terganggunya aktivitas sehari-hari menjadi sejumlah risiko yang perlu diwaspadai.

    Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya ketika memasuki periode cuaca kering. Warga juga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian.

    “Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin. Jangan menunggu api membesar, karena penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas,” Tutup Suwarso. (ADV)

     

    BPBD Samarinda karhutla Kebakaran Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026

    Tekan Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Perkuat Kepedulian terhadap Perempuan dan Anak

    November 1, 2026

    Perkuat Manajemen ASN Berbasis Kompetensi, BKPSDM Samarinda Gelar Assessment Pro ASN

    November 1, 2026

    Cegah Penularan Rabies, Dinas Ketapang Samarinda Ajak Warga Manfaatkan Vaksinasi Gratis

    November 1, 2026

    Sekda Samarinda Tantang Seluruh OPD Raih Predikat Informatif, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas 2026

    Oktober 30, 2026

    FKUB Loa Janan Ilir Dibentuk, Dialog Antarumat Beragama Jadi Prioritas

    Oktober 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Ramai Tren Stop the Wedding di Media Sosial, Kenali Tanda Hubungan yang Tidak Sehat Sebelum Menikah

    AminahNovember 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tren “Stop the Wedding” ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui tren ini,…

    Ikan Asin Diduga Disemprot Obat Serangga, Ini Risiko dan Cara Mengenalinya

    November 1, 2026

    Dari Pemulung Menjadi Mitra Pemilah, DLH Samarinda Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah

    November 1, 2026

    Tekan Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Perkuat Kepedulian terhadap Perempuan dan Anak

    November 1, 2026

    932 Hektare Terdampak Karhutla, BPBD Samarinda Dorong Pencegahan Bersama

    November 1, 2026
    1 2 3 … 3,419 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.