Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Soroti Antrean Panjang SPBU, Wawali Minta HISWANA MIGAS Benahi Distribusi BBM

    July 28, 2026

    Adu Mulut Andi Cobra dan Jhon Panaskan Perebutan Sabuk ICB

    July 28, 2026

    Operasional BLUD Jadi Prioritas, Anggaran Kesehatan Kaltim Diusulkan Naik

    July 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif
    Kaltim

    80 Persen Warga Kaltim Terhubung Internet, Penyebaran Hoaks Kian Masif

    SittiBy SittiJune 13, 2026Updated:July 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal bersama para tokoh pers dan pegiat media dalam Wartawan Legend Bedapatan, Sabtu, 13/6/2026 (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Media sosial kini bukan lagi sekadar ruang berbagi aktivitas pribadi. Di Kalimantan Timur (Kaltim) platform digital perlahan menjadi sumber informasi utama masyarakat, menggeser peran media massa yang selama ini mengandalkan proses verifikasi dan standar jurnalistik.

    Perubahan pola konsumsi informasi itu terjadi seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di Kaltim. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat tingkat penetrasi internet di provinsi ini telah mencapai 80,63 persen pada 2024-2025. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penetrasi internet Kaltim sebesar 76,14 persen.

    Mayoritas masyarakat mengakses internet melalui telepon genggam menggunakan data seluler pribadi. Kondisi ini membuat arus informasi bergerak semakin cepat dan sulit dikendalikan.

    Di tengah situasi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal menilai media sosial telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi.

    Ketika terjadi sebuah peristiwa, masyarakat kini lebih sering mencari informasi melalui media sosial dibandingkan media massa yang memiliki mekanisme verifikasi.

    “Ketika ada asap, ada keributan atau sebuah peristiwa, yang pertama kali dibuka masyarakat sering kali media sosial. Padahal belum tentu informasi yang beredar sudah benar,” kata Faisal saat menjadi narasumber dalam kegiatan Wartawan Legend Bedapatan di Hotel Claro Samarinda, Sabtu, 13 Juni 2026.

    Fenomena tersebut, lanjutnya, melahirkan tantangan baru berupa maraknya hoaks, disinformasi, hingga misinformasi yang beredar tanpa kontrol yang memadai.

    Masih banyak masyarakat yang salah memahami hoaks, hoaks bukan sekadar informasi yang keliru, melainkan informasi yang sengaja dibuat tidak sesuai fakta untuk memengaruhi persepsi publik.

    “Hoaks itu dibuat dengan kesengajaan. Pembuatnya tahu fakta yang sebenarnya, tetapi tetap menyebarkan informasi yang salah,” ujarnya.

    Selain hoaks, perkembangan media sosial juga melahirkan fenomena echo chamber atau ruang gema. Algoritma platform digital akan terus menyajikan informasi yang serupa dengan kebiasaan pengguna sehingga mempersempit perspektif yang diterima.

    Akibatnya, seseorang bisa terus-menerus menerima informasi yang mendukung pandangannya sendiri tanpa memperoleh sudut pandang lain yang lebih berimbang.

    Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi dunia jurnalistik. Apalagi saat ini media massa juga menghadapi tekanan ekonomi akibat perpindahan belanja iklan ke platform digital.

    Munculnya sejumlah akun media sosial yang memperoleh banyak pengikut dengan mengambil informasi dari media massa lalu mengemas ulang konten tersebut untuk kepentingan monetisasi.

    “Media sosial sering kali lebih cepat, lebih bebas, bahkan lebih vulgar. Sementara media massa memiliki banyak rambu etika dan standar jurnalistik yang harus dipatuhi,” katanya.

    Meski demikian, hubungan media massa dan media sosial tidak harus ditempatkan dalam posisi saling berhadapan. Sejumlah media nasional, kata dia, mulai memanfaatkan media sosial, podcast, hingga berbagai platform digital sebagai sarana distribusi informasi.

    Tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan informasi dan akurasi pemberitaan.

    “Kecepatan tanpa verifikasi hanya akan melahirkan kebisingan informasi. Sebaliknya, verifikasi tanpa kecepatan membuat media kehilangan momentum,” ujarnya.

    Karena itu, penguatan literasi digital masyarakat agar mampu membedakan informasi yang dapat dipercaya dan informasi yang berpotensi menyesatkan.

     


    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Soroti Antrean Panjang SPBU, Wawali Minta HISWANA MIGAS Benahi Distribusi BBM

    July 28, 2026

    40 Pelajar Terbaik Kaltim Digembleng 23 Hari, Siap Emban Tugas Paskibraka HUT RI ke-81

    July 28, 2026

    Wagub Kaltim Imbau Santri Buka Suara Jika Ada Pimpinan Ponpes Menyimpang Segera Laporkan

    July 28, 2026

    Kaltim Deklarasikan Gernas RANA, Upaya Pulihkan Kepercayaan Publik terhadap Pesantren

    July 28, 2026

    Andi Harun: Samarinda Maju Tak Boleh Kehilangan Identitas Budaya

    July 28, 2026

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Soroti Antrean Panjang SPBU, Wawali Minta HISWANA MIGAS Benahi Distribusi BBM

    R’syaJuly 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri meminta pengusaha BBM dan jajaran DPC…

    Adu Mulut Andi Cobra dan Jhon Panaskan Perebutan Sabuk ICB

    July 28, 2026

    Operasional BLUD Jadi Prioritas, Anggaran Kesehatan Kaltim Diusulkan Naik

    July 28, 2026

    Ekonomi Samarinda 2025 Melambat Bukan Menurun, Ini Penjelasannya

    July 28, 2026

    KORMI Soroti Minimnya Akses Informasi Komunitas, Minat Olahraga Warga Tak Tersalurkan

    July 28, 2026
    1 2 3 … 3,244 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.