Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»68 Tahun Kaltim, Akses dan Infrastruktur Kesehatan Belum Merata
    DPRD Kaltim

    68 Tahun Kaltim, Akses dan Infrastruktur Kesehatan Belum Merata

    Adit MustafaBy Adit MustafaJanuari 8, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Satya Adi Saputra
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Satya Adi Saputra menegaskan bahwa pemerataan akses kesehatan harus menjadi salah satu refleksi utama dalam peringatan 68 tahun Provinsi Kaltim.

    Infrastruktur kesehatan yang belum merata di 10 kabupaten/kota menjadi perhatian serius, terutama untuk memastikan layanan kesehatan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

    “Kita harus memastikan masyarakat di daerah terluar mendapatkan layanan kesehatan yang sama baiknya seperti di Samarinda atau Balikpapan. Hal ini menjadi prioritas agar kesejahteraan di bidang kesehatan dapat tercapai,” ujar Andi pada Rabu, 8 Januari 2024 seusai Rapat Paripurna ke-2 di Gedung B DPRD Kaltim.

    Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Kebidanan dan Kandungan itu mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih terdapat kesenjangan infrastruktur kesehatan di berbagai daerah di Kaltim. Beberapa rumah sakit di kabupaten terpencil tertinggal jauh dari fasilitas kesehatan di kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.

    “Kita menghadapi fakta bahwa infrastruktur kesehatan di daerah pedalaman dan perbatasan masih minim, baik dari segi peralatan medis, tenaga kesehatan, hingga obat-obatan. Padahal, masyarakat di sana juga membutuhkan layanan yang berkualitas,” tambahnya.

    Data 2023 menunjukkan berbagai indikator kesehatan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Prevalensi stunting di Kaltim berada di angka 22,9 persen, sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar 23,9 persen. Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata nasional, yakni 21,5 persen.

    Selain itu, kasus kematian ibu meningkat dari 73 kasus pada 2022 menjadi 83 kasus pada 2023, sementara kasus kematian bayi tercatat sebanyak 53 pada tahun yang sama.

    “Angka ini mengingatkan kita bahwa perbaikan infrastruktur saja tidak cukup. Kita juga harus meningkatkan kualitas layanan, terutama untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” ujar Andi.

    Komitmen untuk Pemerataan

    Sebagai bentuk keseriusan, DPRD Kaltim berkomitmen mengawal pembangunan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah. “Sinergi antara pemerintah provinsi, DPRD dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan merata,” tegas Andi.

    Ia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan bahwa visi pembangunan kesehatan, terutama yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, dapat diwujudkan.

    Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), Andi berharap momentum ini dapat menjadi katalis untuk mendorong pembangunan kesehatan yang lebih baik di Kalimantan Timur. “Kita ingin Kalimantan Timur tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sehat secara menyeluruh,” tuturnya.

    Dokter yang kini berjuang di Karang Paci itu ingin usia ke-68 Kaltim ini menjadi momen refleksi untuk mewujudkan harapan bersama: layanan kesehatan yang merata, terjangkau dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.

    Andi Satya Adi Saputra DPRD Kaltim HUT 68 Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    AminahOktober 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemasangan patok batas jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)…

    Mahasiswa Dorong Perpustakaan Samarinda Tingkatkan Fasilitas sebagai Ruang Belajar

    Oktober 5, 2026

    BIFF 2026 Jadi Panggung Regenerasi Desainer Muda dan Penggerak Ekonomi Kreatif Kaltim

    Oktober 5, 2026

    HUT ke-81 TNI, Prajurit Diminta Tak Hanya Kuasai Alutsista tapi Juga Taat Hukum

    Oktober 5, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026
    1 2 3 … 3,374 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.