Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 40 pelajar terpilih dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menjalani Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2026.
Selama 23 hari ke depan, mereka akan ditempa secara fisik, mental dan karakter sebagai persiapan mengemban tugas mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kaltim Arih Frananta Filifus Sembiring mengatakan, Pusdiklat dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka serta Program Kerja Kesbangpol Provinsi Kaltim Tahun 2026.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan mempersiapkan kemampuan teknis baris-berbaris, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan berjiwa kebangsaan.
“Pusdiklat ini bertujuan mempersiapkan fisik, mental dan keterampilan teknis baris-berbaris calon anggota Paskibraka yang akan bertugas pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kaltim, sekaligus membentuk karakter pemuda yang patriotik, berintegritas dan berlandaskan Pancasila menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kaltim, Samarinda, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menerangkan, 40 peserta yang terdiri dari 20 putra dan 20 putri tersebut merupakan hasil seleksi ketat terhadap 60 calon peserta yang mengikuti tahapan seleksi pada 3–9 Mei 2026.
Dari proses tersebut, dua pelajar terbaik Kaltim juga berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional dan kini mengikuti Pusdiklat Nasional di Jakarta sejak pertengahan Juli 2026. Keduanya adalah Ananta Agus Lutfi Arta Syahputra asal Kota Bontang dan Juwita Riska Nuraida dari Kabupaten Paser.
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Seno Aji mengingatkan para peserta bahwa mereka adalah putra-putri terbaik yang mendapat amanah besar untuk mewakili daerahnya.
Ia meminta seluruh peserta menjalani setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, serta memperkuat kekompakan di tengah keberagaman latar belakang suku dan budaya.
“Kalian adalah putra-putri terbaik Kalimantan Timur. Keberadaan kalian hari ini bukan hanya prestasi yang patut disyukuri, tetapi amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ikutilah seluruh proses pelatihan dengan sungguh-sungguh, jaga kesehatan, kekompakan dan kebersamaan,” pesannya.
Seno juga mengapresiasi panitia, pelatih dan pamong yang terlibat dalam penyelenggaraan Pusdiklat.
“Saya berharap proses pendidikan berlangsung secara disiplin, namun tetap aman, kondusif dan menyenangkan agar para peserta dapat mempersiapkan diri secara optimal,” pungkasnya.

