Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»16 Merek Beras di Kaltim Tak Penuhi SNI, Firnadi Minta Penguatan Produksi Lokal
    DPRD Kaltim

    16 Merek Beras di Kaltim Tak Penuhi SNI, Firnadi Minta Penguatan Produksi Lokal

    SittiBy SittiAgustus 10, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Hasil uji yang dilakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim menemukan hanya satu dari 17 merek beras yang beredar di pasaran memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sisanya, 16 merek dinyatakan tidak sesuai standar. Temuan ini memunculkan potensi penarikan produk, yang dinilai bisa berdampak pada inflasi jika pasokan beras terganggu.

    Anggota Komisi II DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan mengapresiasi langkah DPPKUKM dalam mengungkap kondisi tersebut. Namun, ia mengingatkan perlunya penjelasan menyeluruh kepada masyarakat terkait dampak dan tindak lanjutnya.

    “Dari segi kesehatan mungkin aman, tapi masyarakat dirugikan karena seharusnya mendapatkan kualitas yang lebih baik dengan harga yang dibayar. Kalau ada oplosan, kualitasnya jadi tidak bagus,” kata Firnadi pada Jumat 8 Agustus 2025.

    Ia menilai kerugian yang dialami masyarakat bersifat abstrak karena tidak langsung terlihat, namun tetap signifikan. Menurutnya, situasi ini sekaligus membuka peluang bagi petani lokal untuk mengisi pasar jika terjadi penarikan produk non-SNI.

    “Kalau itu ditarik, petani-petani kita juga harus dibina terus. Pusat-pusat kulakan beras, produksi padi, dan penggilingan lokal harus berproses lebih baik,” ujarnya.

    Firnadi mencontohkan keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) di sejumlah daerah yang sudah mampu memproduksi beras berkualitas. Ia meyakini produk lokal tidak kalah bersaing dengan beras premium jika mendapat pembinaan dan dukungan berkelanjutan.

    “Saya di daerah banyak lihat KUD yang memproduksi beras sendiri. Itu harus dibina supaya bisa menjadi alternatif pasokan yang memenuhi standar,” tambahnya.

    Meski potensi penarikan beras non-SNI dikhawatirkan memicu kenaikan harga, Firnadi menilai koordinasi lintas pihak penting dilakukan agar kebijakan pengawasan mutu tidak berdampak negatif pada ketersediaan pangan.

    Ia juga mendorong dinas terkait untuk memperkuat peran petani lokal dan pelaku usaha penggilingan beras agar mampu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus menjaga kualitas sesuai standar.

    “Kepercayaan masyarakat lahir dari kualitas dan akuntabilitas. Kalau mutu terjaga, pasokan cukup, dan harga wajar, itu akan mendukung kestabilan ekonomi daerah,” tutupnya.

    16 Merek Beras DPPKUKM Kaltim Firnadi Ikhsan SNI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    234 Gerai Koperasi Merah Putih Rampung, Pemprov Kaltim Kejar 470 Unit hingga Akhir 2026

    Agustus 4, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    Juli 25, 2026

    Koperasi Merah Putih, Antara Ambisi Negara dan Ujian Kemandirian Desa

    Juli 15, 2026

    Memiliki Beragam Produk Mengantisipasi Lemahnya Pasar Domestik, UMKM Kaltim Diminta Bidik Pasar Ekspor

    Juli 9, 2026

    PHK dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Tekan Daya Beli Masyarakat Kaltim

    Juli 8, 2026

    Bukan Pesaing Ritel Modern, Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Desa

    Juli 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada…

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.