Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekolah Rakyat Ubah Kepercayaan Diri Siswa, Wali Murid Berharap Program Terus Berlanjut

    Juni 21, 2026

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026

    APBD 2027 Belum Dibahas, DPRD Samarinda Waspadai Dampak Gelombang Efisiensi Anggaran

    Juni 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Yuk Kenali Stress Languages, Cara Hadapi Stres dan Ketakutan
    Lifestyle

    Yuk Kenali Stress Languages, Cara Hadapi Stres dan Ketakutan

    LarasBy LarasJanuari 5, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi stres
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Stres adalah bagian dari kehidupan yang tak terhindarkan. Setiap individu memiliki cara berbeda untuk merespons stres, ketakutan, atau trauma yang dihadapi.

    Psikolog Klinis Imelda Konghoiro memperkenalkan konsep “stress languages” yang dapat membantu memahami reaksi seseorang saat menghadapi tekanan hidup.

    “Setiap orang punya stress languages masing-masing, yaitu cara mereka merespons stres berdasarkan pengalaman, lingkungan, dan trauma yang pernah dialami,” ungkap Imelda, dalam media sosial Instagram pribadinya.

    Ia menjelaskan bahwa terdapat empat jenis stress languages yang umum ditemukan. Pertama adalah fight, yaitu respons melawan balik yang ditunjukkan dengan sikap marah, agresif, dan defensif.

    Kedua, flight, yaitu kecenderungan untuk melarikan diri dari masalah dengan cara menghindari konflik, menyangkal kenyataan, atau melakukan aktivitas lain untuk melupakan stres.

    Respons ketiga adalah freeze, di mana seseorang memilih untuk tidak melakukan apa pun, seperti berdiam diri, prokrastinasi, atau bahkan mati rasa terhadap situasi yang dihadapi.

    Terakhir, fawn, respons yang biasanya muncul pada people pleaser. Mereka cenderung mengalah, selalu mengatakan “iya,” dan mengutamakan kebahagiaan orang lain untuk menghindari konflik atau rasa sakit lebih lanjut.

    Menurut Imelda, memahami stress languages dapat membantu individu mengenali pola respons mereka sendiri terhadap tekanan. Langkah pertama dalam mengelola stres adalah menerima kondisi tersebut.

    “Penerimaan adalah kunci untuk mulai mencari solusi. Setelah kita menyadari bahwa kita sedang stres, kita bisa lebih mudah mencari cara terbaik untuk mengatasinya,” jelasnya.

    Dengan mengenali pola respons dan menyadari akar permasalahan, setiap individu dapat mencari solusi yang tepat agar stres tidak berlarut-larut.

    “Pengelolaan stres yang baik akan membantu kita menghadapi tantangan hidup dengan lebih bijak,” pungkas Imelda.

    Ketakutan Psikolog Stres Trauma
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Musim Hujan, DBD Pencegahannya Harus Dimulai dari Rumah

    Juni 21, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Untuk Dapat Layanan Medis Lanjutan, Masyarakat Pedalaman Harus Ke Samarinda dan Balikpapan

    Juni 18, 2026

    Tak Sekadar Bugar, Olahraga Jadi Kunci Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

    Juni 17, 2026

    Minat Masih Rendah, Dinkes Kaltim Ajak Masyarakat Lebih Aktif Manfaatkan Program CKG

    Juni 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekolah Rakyat Ubah Kepercayaan Diri Siswa, Wali Murid Berharap Program Terus Berlanjut

    Nur AjijahJuni 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, kini memiliki 86 siswa. Terdiri 41 siswa SD,…

    Tak Lagi Sekadar Olahraga, Tenis Menjelma Jadi Gaya Hidup Modern

    Juni 21, 2026

    APBD 2027 Belum Dibahas, DPRD Samarinda Waspadai Dampak Gelombang Efisiensi Anggaran

    Juni 21, 2026

    Mayoritas Guru Sekolah Rakyat Samarinda dari Luar Kaltim, DPRD: Yang Dinilai Kualitasnya

    Juni 21, 2026

    Kaesang Sentil Kader PSI Kaltim: Foto Jokowi Dua, Ketua Umum Hanya Satu

    Juni 21, 2026
    1 2 3 … 3,160 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.