Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»YKAN Dorong Koridor Orangutan, Pengelolaan Wehea Kelay Diselaraskan antara Bisnis dan Konservasi
    Samarinda

    YKAN Dorong Koridor Orangutan, Pengelolaan Wehea Kelay Diselaraskan antara Bisnis dan Konservasi

    RidhoBy RidhoFebruari 11, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto ditemui awak media seusai kegiatan (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Pengelolaan hutan di Bentang Alam Wehea Kelay terus diarahkan untuk menyelaraskan kepentingan bisnis dan konservasi guna menjaga kelestarian hutan sekaligus keberlangsungan keanekaragaman hayati, khususnya orang utan.

    Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan hutan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Herlina Hartanto.

    Ia menjelaskan, pengelolaan hutan di kawasan tersebut berfokus pada pembangunan koridor orang utan agar satwa yang dilindungi dan dapat bergerak bebas tanpa terhambat batas konsesi perusahaan.

    “Selama ini untuk pengelolaan hutan di Bentang Alam Wehea Kelay memang fokusnya adalah untuk menyelaraskan antara bisnis dengan konservasi. Jadi fokusnya itu memang untuk membangun koridor orang utan. Karena orang utan berjalan bebas dan tidak mengenal batas konsesi,” ujarnya Rabu, 11 Februari 2026.

    Menurutnya, keberadaan koridor satwa sangat penting mengingat orang utan membutuhkan ruang jelajah yang luas untuk mencari makan dan berkembang biak. Apabila perusahaan pemegang izin pengelolaan hutan bekerja sendiri-sendiri tanpa koordinasi, maka habitat satwa berisiko terfragmentasi dan mengancam keberlangsungan hidup satwa tersebut.

    Selain hal itu, Herlina juga menyoroti kondisi pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) hutan alam yang kini menghadapi tantangan ekonomi, seperti menurunnya harga kayu dan sulitnya pemasaran.

    Menurutnya, apabila perusahaan tidak lagi beroperasi, kawasan hutan justru berpotensi menjadi sasaran perambahan dan penebangan liar.

    “Penting sekali PBPH hutan alam tetap beroperasi dengan praktik terbaik. Jika perusahaan berhenti dan kawasan menjadi dorman, biasanya menjadi magnet untuk perambahan dan aktivitas ilegal lainnya yang justru membahayakan hutan, satwa, dan masyarakat,” jelasnya.

    Karena itu pengelolaan bentang alam kini tidak hanya berfokus pada perlindungan orang utan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memastikan kegiatan usaha kehutanan tetap berjalan secara lestari. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat terus dirasakan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

    YKAN juga mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok patroli hutan dan pemuda desa, dalam menjaga kawasan. Kelompok masyarakat yang sebelumnya berfokus menjaga hutan lindung Wehea Kelay seluas sekitar 30 ribu hektare kini diharapkan dapat melatih generasi muda di wilayah bentang alam yang lebih luas.

    “Mereka yang sudah terlatih dalam patroli hutan dan penanganan konflik satwa diharapkan dapat membagika pengetahuannya kepada pemuda desa agar lebih banyak pihak yang terlibat dalam aksi perlindungan hutan ini,” ujar Herlina.

    Melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan organisasi konservasi, pengelolaan hutan di Bentang Alam Wehea Kelay diharapkan menjadi contoh praktik pengelolaan hutan berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian alam

     

    Bentang Alam Wehea Kelay Herlina Hartanto Hutan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Festival Samarinda Naik Kelas, Andi Harun Dorong Payung Hukum Perda untuk Agenda Budaya

    Mei 14, 2026

    Belum Ditemukan Pencemaran Lingkungan Akibat Limbah Beracun

    Mei 11, 2026

    Mahasiswa Lakukan Aksi Simbolik, Pemprov Kaltim Sebut Tak Ada Undangan Resmi

    Mei 6, 2026

    Suara Lantang Koalisi Pers Kaltim, Kebebasan Pers Pilar Utama Informasi Publik

    Mei 4, 2026

    Pemkot Samarinda Ajak Kadin Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi dan Kendalikan Inflasi

    Mei 2, 2026

    Kadin Samarinda Dorong Sinergi Pemerintah dan UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Global

    Mei 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Ratu ArifanzaMei 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Arah baru organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai…

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Mei 14, 2026
    1 2 3 … 3,094 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.