Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Doa Bersama Jadi Aksi Simbolis, Massa Kaltim Siap Turun 21 April

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Pastikan Distribusi Aman, Renovasi SMP 2 Dikebut Usai Insiden

    April 19, 2026

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Yasser Arafat Usul Iuran Sampah Gratis untuk Warga Pesisir Bontang
    DPRD Bontang

    Yasser Arafat Usul Iuran Sampah Gratis untuk Warga Pesisir Bontang

    SittiBy SittiOktober 25, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kota Bontang, Yasser Arafat.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang Yasser Arafat mengusulkan pembebasan biaya iuran sampah untuk warga pesisir. Warga selama ini merasa terbebani oleh tarif Rp15 ribu per bulan, sementara layanan pengelolaan sampah dianggap belum maksimal.

    Ia berpendapat, anggaran kota seharusnya dapat dialihkan untuk mendukung layanan pengelolaan sampah gratis di wilayah pesisir, mengingat kebutuhan masyarakat yang mendesak.

    Saat ini iuran sampah sudah tercantum dalam tagihan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bontang. Sayangnya, layanan yang diberikan masih belum memadai, terutama karena minimnya petugas yang menjemput sampah di permukiman warga pesisir.

    Hal ini membuat warga terpaksa membuang sampah ke laut karena jarak tempat pembuangan sampah (TPS) yang jauh dari lokasi tinggal mereka.

    “Jika ada layanan penjemputan sampah, pasti masyarakat tidak akan lagi membuang sampah ke laut. Tapi karena tidak ada, mereka terpaksa membuangnya ke laut, seperti yang terjadi di Berbas Tengah,” ujar Yasser.

    Bontang memiliki anggaran yang cukup besar dan dapat dialokasikan untuk meningkatkan layanan kebersihan, khususnya di kawasan pesisir.

    Ia menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penghapusan iuran sampah dan mengalokasikan anggaran kota untuk memastikan seluruh warga, terutama di pesisir, dapat mengakses layanan ini tanpa beban biaya.

    “Dengan anggaran Bontang yang besar, menggratiskan iuran sampah untuk warga pesisir akan lebih baik daripada membuat mereka membayar tapi tidak merasakan layanan yang optimal,” tambahnya.

    Bontang dikenal sebagai kota yang telah beberapa kali menerima penghargaan Adipura. Menurut Yasser, penghargaan ini harus diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di lapangan.

    Pemerintah perlu mempertahankan predikat kota bersih dengan menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai dan berfungsi maksimal, khususnya di daerah pesisir yang sering terabaikan.

    “Pengelolaan sampah seharusnya jadi program unggulan, apalagi Bontang punya nama baik dengan penghargaan Adipura. Jadi ini harus didukung dengan layanan yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

    Selain itu, Yasser mengkritisi pengelolaan TPS yang sering kali mengalami penumpukan sampah. Kondisi ini, menurutnya, mengganggu lingkungan dan dapat menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.

    Kondisi TPS yang kurang terkelola juga menjadi alasan warga enggan membawa sampah ke TPS, terutama jika jaraknya jauh dari permukiman. Masalah ini menjadi alasan utama mengapa warga pesisir sering membuang sampah ke laut.

    Yasser berharap, dengan adanya pembebasan biaya iuran sampah dan dukungan dari pemerintah dalam menyediakan layanan yang memadai, kebersihan di wilayah pesisir dapat lebih terjaga.

    Selain itu, Yasser mengusulkan program edukasi dan sosialisasi bagi warga pesisir mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

    “Sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat lebih memahami dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan mereka sendiri,” tutup Yasser.

    DPRD Bontang PDAM Pesisir Bontang Yasser Arafat
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kemiskinan Tak Bisa Ditangani Parsial, Andi Harun Tegaskan Pendekatan Lintas Sektoral

    April 1, 2026

    Targetkan Distribusi Sebelum Ramadan, PDAM Berikan Keringanan Biaya Pasang bagi Warga Berambai

    Februari 11, 2026

    Benahi Pipa dan Tingkatkan Kualitas Air, Pemkot Samarinda Perkuat Layanan Air Bersih

    Februari 4, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Kaji Ulang Kerja Sama PDAM PT WATS Jelang Berakhir Kontrak

    Februari 4, 2026

    Kenaikan Tarif PDAM Diiringi Tuntutan Perbaikan Layanan dan Kualitas Air

    Februari 3, 2026

    Kenaikan Tarif PDAM 2026 Dinilai Masih Wajar, DPRD Samarinda Buka Suara

    Februari 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Doa Bersama Jadi Aksi Simbolis, Massa Kaltim Siap Turun 21 April

    Ratu ArifanzaApril 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar doa…

    Pemkot Samarinda Pastikan Distribusi Aman, Renovasi SMP 2 Dikebut Usai Insiden

    April 19, 2026

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    April 19, 2026

    Pemkot Samarinda Matangkan Sistem WFH Digital, Sudah Uji Coba Tanpa Bug

    April 18, 2026

    WFH ASN Samarinda Hemat BBM Hingga 1.800 Liter per Hari, Nilai Efisiensi Capai Puluhan Juta

    April 18, 2026
    1 2 3 … 3,061 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.