Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda setiap hari Jumat mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap efisiensi energi, khususnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan berdasarkan simulasi awal, kebijakan ini mampu menghemat sekitar 1.800 liter BBM dalam satu hari pelaksanaan WFH.
“Kalau kita asumsikan satu pegawai menempuh jarak pulang-pergi 20 kilometer per hari dengan konsumsi sekitar 2 liter BBM, maka dengan sekitar 1.000 pegawai yang WFH, kita bisa menghemat kurang lebih 1.800 liter,” jelasnya pada Jumat, 18 April 2026.
Jika dikonversikan ke dalam nilai rupiah, efisiensi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta dalam satu hari. Angka ini dinilai cukup signifikan, terlebih jika diakumulasikan dalam satu bulan yang terdiri dari empat kali pelaksanaan WFH.
Meski demikian, pada minggu pertama pelaksanaan, masih ditemukan beberapa kendala, terutama dalam hal input data pemakaian BBM yang belum optimal sehingga terjadi deviasi dalam pengukuran.
Ke depan, Pemkot Samarinda juga akan mengembangkan penghitungan efisiensi pada sektor lain seperti penggunaan listrik, air, serta pengurangan emisi karbon. Seluruh indikator tersebut akan diintegrasikan dalam sistem dashboard untuk menghasilkan data yang lebih komprehensif.
“Kalau semua dikonversi dalam rupiah, bukan hanya BBM, tapi listrik, air, dan emisi, maka angkanya akan jauh lebih besar,” tambahnya.
Dengan capaian awal ini, kebijakan WFH dinilai tidak hanya efektif dalam menjaga produktivitas kerja, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap penghematan anggaran dan pengurangan dampak lingkungan.

