Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Tokoh»Warga Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 M, Founder Sukri Institute Beri Komentar
    Tokoh

    Warga Kritik Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 M, Founder Sukri Institute Beri Komentar

    RidhoBy RidhoFebruari 27, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Founder Sukri Institute saat ditemui dikantornya (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp8,5 miliar kembali menuai sorotan publik. Sejumlah warga mempertanyakan urgensi kendaraan berkapasitas mesin besar yang lebih banyak digunakan untuk aktivitas di Jakarta, sementara kondisi geografis Kalimantan Timur dinilai membutuhkan kendaraan berjenis offroad.

    Menanggapi hal tersebut, Founder Sukri Institute Mohammad Sukri menilai pengadaan mobil dinas tersebut masih tergolong wajar selama prosesnya dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

    Menurutnya, mobil dinas tersebut memang diperuntukkan bagi aktivitas Gubernur saat menjalankan tugas kedinasan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa setiap kepala daerah pada umumnya harus menyiapkan kendaraan operasional untuk mendukung mobilitas kerja di pusat pemerintahan.

    “Kalau menurut saya, mobil itu memang disiapkan untuk aktivitas Gubernur di Jakarta. Bukan untuk gagah-gagahan atau kemewahan. Justru kalau mobil seharga Rp8,5 miliar digunakan di Kalimantan Timur dengan kondisi jalan tertentu, bisa cepat rusak,” ujar Sukri, Jumat, 27 Februari 2026.

    Ia juga menilai bahwa wajar jika kendaraan dengan spesifikasi tinggi ditempatkan di Jakarta, mengingat kondisi jalan yang lebih mendukung serta kebutuhan mobilitas pejabat daerah dalam menjalankan tugas nasional.

    Meski demikian, ia mengakui bahwa nilai anggaran kendaraan tersebut memang tergolong sangat besar dan berpotensi memicu penilaian pro dan kontra di seluruh masyarakat.

    “Kalau bicara harga memang ‘wow’ memang sangat besar nominalnya. Tapi kita juga harus melihat prosesnya. Tidak mungkin ujug-ujug Gubernur bilang mau beli mobil ini. Ada kajian teknis, kajian spesifikasi, serta pertimbangan manfaat sebelum pengadaan ini dilakukan,” jelasnya.

    Ia menekankan bahwa selama proses pengadaan mobil dinas tersebut telah melalui kajian yang matang dan tidak melanggar ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, maka kebijakan tersebut dapat dinilai sah secara administratif.

    “Yang terpenting adalah prosesnya benar. Selama tidak melanggar aturan pengadaan barang dan jasa, maka pengadaan mobil dinas itu sah-sah saja,” tegasnya.

    Pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim ini benar-benar menyita perhatian publik nasional. Para tokoh kritis dan pegiat media sosial ramai menyerang Gubernur Rudy Mas’ud. Sebagian dari mereka bahkan meledek Rudy Mas’ud.

    “Jalannya yang rusak, mobil Rp8,5 miliar yang dibeli. Kocak,” komentar netizen.

    Faktanya, Gubernur Rudy Mas’ud sudah menjawab sorotan soal kritik jalan rusak itu, bahkan sebelum netizen heboh karena pembelian mobil mewah ini.

    Sejak tahun 2025, awal menjabat, Rudy Mas’ud bahkan sudah mengirim ‘pasukan’ untuk membuka jalan di kawasan perbatasan, beranda republik yang belum tersingkap. Jalur itu akan membuka akses ke Provinsi Kalimantan Utara untuk memudahkan jalur logistik masyarakat perbatasan yang harganya setinggi langit.

    Jalur ke Kabupaten Mahakam Ulu juga sudah terbuka dan bisa dilalui melalui jalur darat kolaborasi anggaran dengan APBN. Masyarakat Kutai Barat dan Mahakam Ulu menikmati terbukanya akses yang sebelumnya belum terbuka mulus itu.

    Demikian juga jalur ke Kutai Barat. Rudy Mas’ud bahkan langsung menemui Menteri PUPR Dody Hanggodo di Jakarta minta agar jalan nasional itu ditingkatkan kualitasnya dengan jalan berkualitas dan mulus.

    Satu lagi, Gubernur Rudy Mas’ud menjadi gubernur pertama yang akan membangun jalan mulus untuk tiga desa tertinggal yang tak jauh dari Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di Desa Gerunggung, Deraya dan Tanjung Soke. Satu lagi desa Lemper, bukan desa tertinggal, tapi secara insfratruktur jalan Desa Lemper bersebelahan dengan tiga desa tertinggal itu.

    Polemik ini pun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi ke depan agar kebijakan pengadaan barang milik daerah lebih memperhatikan aspek kebutuhan, efisiensi, serta kebutuhan kendaraan dinas di Kaltim.

     

    Mobil Dinas Mohammad Sukri Pemprov Kaltim Sukri institute
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Meski Beban Fiskal Daerah Meningkat, Sekda Pastikan Gaji PPPK di Kaltim Aman

    Juni 11, 2026

    Kaltim Susun RPPEM, Optimalkan Potensi Mangrove Dukung Penurunan Emisi

    Juni 9, 2026

    Bayu Surya Nahkodai JMSI Kaltim, Siap Teruskan Jejak Mohammad Sukri

    Juni 8, 2026

    Gratispol Internet Tembus 802 Desa, Pemprov Kaltim Kejar Listrik untuk 45 Desa Terpencil

    Juni 6, 2026

    Pemprov Dorong Kesadaran Lingkungan Sejak Dini Lewat Gerakan Sekolah ASRI

    Juni 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    SittiJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan tidak akan…

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026

    Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Modern Samarinda Jadi Media Belajar Visual Pelajar

    Juni 19, 2026

    Didesak Maju Pilwali Samarinda, Saefuddin Zuhri Pilih Fokus Bekerja Ketimbang Berpolitik

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,155 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.