Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Walk Out dari Pansus Pokir, Subandi: Abdulloh Punya Hak Politik
    DPRD Kaltim

    Walk Out dari Pansus Pokir, Subandi: Abdulloh Punya Hak Politik

    AminahBy AminahJuli 16, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Aksi Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdulloh, yang memilih keluar dari rapat Panitia Khusus (Pansus) Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), langsung menuai sorotan. Anggota Pansus sekaligus Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim, Subandi, menganggap langkah Abdulloh sebagai hak politik dan bentuk sikap demokratis yang patut dihormati.

    “Kalau kita bicara walk out formal, itu biasanya terjadi saat voting lalu ada yang memutuskan tidak ikut. Tapi dalam kasus ini, Abdulloh lebih ke izin keluar rapat karena urusan tertentu. Dan itu hak setiap anggota,” ujar Subandi, Senin 14 Juli 2025 di Gedung E DPRD Kaltim.

    Meski begitu, kepergian Abdulloh juga memperlihatkan rasa kecewa terhadap revisi pokir yang dianggap belum maksimal dalam menampung kepentingan masyarakat maupun aspirasi legislator.

    “Pokok-pokok pikiran memang belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan masyarakat dan anggota DPRD. Karena itu dilakukan revisi agar lebih sempurna,” ucapnya.

    Abdulloh memutuskan mundur dari Pansus Pokir karena menilai proses pembahasan tidak sesuai harapan. Menurut Subandi, sikap tegas semacam ini juga memperlihatkan komitmen seorang wakil rakyat dalam memperjuangkan suara konstituen.

    “Itu bagian dari konsistensi beliau terhadap konstituennya. Kita hormati saja keputusan politik seperti itu. Inilah demokrasi,” kata Subandi, politisi PKS.

    Meski ditinggal salah satu anggota yang cukup vokal, revisi pokir tetap berlanjut. Rapat pansus tetap berjalan, dan seluruh anggota yang hadir sepakat melanjutkan pembahasan melalui musyawarah mufakat.

    “Tadi sudah disepakati bersama. Semua anggota yang hadir setuju revisi pokir dilanjutkan,” ujarnya.

    Tantangan terbesar dalam revisi pokir terletak pada keterbatasan waktu pelaksanaan APBD Perubahan, yang hanya sekitar tiga bulan efektif. Jika tidak segera dijalankan, anggaran berpotensi menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) atau masuk ke Belanja Tidak Terduga (BTT).

    “Kalau tidak cepat dilaksanakan, bisa saja anggaran jadi BTT atau Silpa. Sayang kalau anggaran yang sudah disiapkan akhirnya tidak terserap,” ucap Subandi.

    Banyak aspirasi masyarakat juga belum sepenuhnya masuk dalam “kamus usulan” pokir, memicu kegelisahan di kalangan anggota dewan.

    “Kita sebagai wakil rakyat punya tanggung jawab moral untuk menampung aspirasi masyarakat. Wajar jika muncul sikap tegas dari beberapa anggota,” lanjutnya.

    Perbedaan pendapat di internal dewan dianggap hal yang lumrah dalam dinamika politik. Subandi mengajak seluruh anggota tetap fokus menyelesaikan revisi pokir agar program pembangunan bisa berjalan sesuai target.

    “Perbedaan pendapat itu wajar, asal tetap dalam koridor demokrasi. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pokir supaya kebutuhan masyarakat bisa diakomodasi,” tutupnya.

    Abdulloh Pokir Subandi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026

    Andi Harun Soroti Pokir DPRD Kaltim dari Dapil Samarinda, Minta Kembali untuk Pembangunan Kota

    Agustus 9, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    Ratu ArifanzaSeptember 27, 2026

    Insitekaltim, Kukar – Perjalanan darat dari Samarinda menuju Bontang atau sebaliknya kerap membutuhkan tempat untuk…

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026
    1 2 3 … 3,366 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.