Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bolehkah Mengambil Air dari Masjid Saat Kemarau? Ini Ketentuannya

    September 14, 2026

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Vaksinasi Tanpa Jarum, Inovasi Masa Depan untuk Lawan Pandemi
    Kesehatan

    Vaksinasi Tanpa Jarum, Inovasi Masa Depan untuk Lawan Pandemi

    LarasBy LarasJanuari 12, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi vaksin intranasal oleh tenaga kesehatan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Teknologi vaksin intranasal yang diberikan melalui semprotan hidung, menawarkan metode baru dalam dunia kesehatan.

    Selain lebih nyaman karena tidak memerlukan jarum, vaksin ini dirancang untuk memberikan perlindungan langsung di saluran pernapasan atas, area yang sering menjadi pintu masuk patogen penyebab penyakit.

    Vaksin intranasal memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan vaksin suntik konvensional. Pertama, vaksin ini dapat meningkatkan respons imun mukosa dan sistemik, sehingga perlindungan lebih optimal.

    Kedua, metode ini non-invasif, sehingga lebih nyaman digunakan. Ketiga, vaksin ini efektif melawan patogen di saluran pernapasan, karena mampu menginduksi antibodi imunoglobulin A (IgA) yang spesifik.

    Meski menawarkan banyak manfaat, pengembangan vaksin intranasal tidak mudah. Salah satu tantangan utama adalah stabilitas antigen yang harus tinggi agar vaksin tetap efektif.

    Selain itu, lendir hidung dapat dengan cepat menghapus vaksin, sehingga dibutuhkan adjuvant atau bahan tambahan khusus untuk memperkuat efektivitasnya.

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini sedang mengembangkan vaksin intranasal berbasis protein rekombinan. Teknologi ini menggunakan nanopartikel berbahan kitosan untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas antigen.

    “Untuk pengembangan vaksin nasal ini, telah dihasilkan protein fusi yang mengandung tandem repeat epitope, yaitu CTA1-(S14P5)4-DD dan CTA1-(S21P2)4-DDI dalam nanopartikel kitosan. Saat ini sedang dilakukan uji imunogenisitas pada hewan coba,” jelas Kepala Pusat Riset Veteriner BRIN Harimurti Nuradji pada Sabtu, 11 Januari 2025.

    Dengan riset yang terus berlanjut, vaksin intranasal diharapkan menjadi solusi masa depan dalam menghadapi pandemi, memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat.

    BRIN Teknologi Vaksin Intranasal
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang

    September 12, 2026

    Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Jalan, Kasus KIPI di Karo Dinilai Tak Berkaitan dengan Vaksin HPV

    September 11, 2026

    RS Mulya Medika Dorong Warga Cegah Penyakit, Tak Hanya Datang Saat Sakit

    September 10, 2026

    TPP ASN Belum Cair, Dinkes Kaltim Minta Rumah Sakit Koordinasi dengan Bank

    September 9, 2026

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bolehkah Mengambil Air dari Masjid Saat Kemarau? Ini Ketentuannya

    AminahSeptember 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kemarau membuat air bersih menjadi persoalan di sejumlah wilayah. Ketika sumur warga…

    20 Ribu Anak Kaltim Berisiko Zero Dose, Pemerintah Punya Waktu Sebulan untuk Mengejar

    September 14, 2026

    Fashion Berbasis Wastra Didorong Jadi Sumber Ekonomi Budaya di Kaltim

    September 13, 2026

    Polda Kaltim Tangani 37 Kasus Karhutla, 12 Orang Jadi Tersangka

    September 13, 2026

    Jalan Tanpa Tujuan, Ketika Keluar Rumah Jadi Cara Melepas Penat

    September 13, 2026
    1 2 3 … 3,338 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.