Instiekaltim, Pasuruan — Kabar menggembirakan datang bagi para pekerja di wilayah Pasuruan. Dalam Surat Keputusan Nomor 100.3.3/1/771/013/2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menaikkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2025, yang mulai berlaku 1 November 2025.
Menariknya, Kabupaten Pasuruan kembali menempati lima besar tertinggi di Jawa Timur dengan besaran UMK Rp 4.936.417. Sementara itu, Kota Pasuruan juga menunjukkan tren positif dengan UMK mencapai Rp 3.358.557, lebih tinggi dibanding sejumlah kota besar lain seperti Kediri dan Madiun.
Dalam unggahan resmi Disnakertrans Jatim (@naker_jatim), disebutkan bahwa Kota Surabaya masih menjadi daerah dengan UMK tertinggi sebesar Rp 5.032.635, sementara Kabupaten Situbondo berada di posisi terendah dengan Rp 2.335.209.
Gubernur Khofifah menegaskan, penetapan UMK ini mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta produktivitas tenaga kerja di masing-masing daerah.
“Kenaikan UMK diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan mendorong stabilitas ekonomi di seluruh daerah,” ujar Khofifah.
Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi dunia kerja di Pasuruan. Dengan industri yang terus berkembang — mulai dari sektor manufaktur, otomotif, hingga jasa — Pasuruan kian memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Jawa Timur.
Daftar UMK Jawa Timur 2025
Beberapa daerah dengan UMK tertinggi tahun 2025 antara lain:
1. UMK Kota Surabaya Rp 5.032.635
2. UMK Kabupaten Gresik Rp 4.943.763
3. UMK Kabupaten Sidoarjo Rp 4.940.090
4. UMK Kabupaten Pasuruan Rp 4.936.417
5. UMK Kabupaten Mojokerto Rp 4.925.398
6. UMK Kabupaten Malang Rp 3.587.213
7. UMK Kota Malang Rp 3.524.238
8. UMK Kota Batu Rp 3.360.466
9. UMK Kota Pasuruan Rp 3.358.557
10. UMK Kabupaten Jombang Rp 3.137.004
11. UMK Kabupaten Tuban Rp 3.050.400
12. UMK Kota Mojokerto Rp 3.031.000
13. UMK Kabupaten Lamongan Rp 3.012.164
14. UMK Kabupaten Probolinggo Rp 2.876.657
15. UMK Kota Probolinggo Rp 2.989.407
16. UMK Kabupaten Jember Rp 2.838.642
17. UMK Kabupaten Banyuwangi Rp 2.810.139
18. UMK Kota Kediri Rp 2.572.361
19. UMK Kabupaten Bojonegoro Rp 2.525.132
20. UMK Kabupaten Kediri Rp 2.492.811
21. UMK Kota Blitar Rp 2.481.450
22. UMK Kabupaten Tulungagung Rp 2.470.800
23. UMK Kabupaten Lumajang Rp 2.429.764
24. UMK Kota Madiun Rp 2.422.105
25. UMK Kabupaten Blitar Rp 2.413.974
26. UMK Kabupaten Magetan Rp 2.406.719
27. UMK Kabupaten Sumenep Rp 2.406.551
28. UMK Kabupaten Nganjuk Rp 2.405.255
29. UMK Kabupaten Ponorogo Rp 2.402.959
30. UMK Kabupaten Madiun Rp 2.400.321
31. UMK Kabupaten Ngawi Rp 2.397.928
32. UMK Kabupaten Bangkalan Rp 2.397.550
33. UMK Kabupaten Trenggalek Rp 2.378.784
34. UMK Kabupaten Pamekasan Rp 2.376.614
35. UMK Kabupaten Pacitan Rp 2.364.287
36. UMK Kabupaten Bondowoso Rp 2.347.359
37. UMK Kabupaten Sampang Rp 2.335.661
38. UMK Kabupaten Situbondo Rp 2.335.209
Dengan capaian ini, Kabupaten dan Kota Pasuruan menunjukkan daya saing ekonomi yang terus meningkat. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat terus menjaga keseimbangan antara iklim investasi yang kondusif dan kesejahteraan pekerja lokal.

