Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Ujian Nasional Dihapus, Ini Pendapat Ketua Komisi IV DPRD Kaltim
    DPRD Kaltim

    Ujian Nasional Dihapus, Ini Pendapat Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

    AdminBy AdminDesember 15, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Hilda – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Sebagaimana ramai diberitakan terkait penghapusan ujian nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Dimana nantinya ujian nasional berbentuk  Asesmen Kompetensi Minimum, dan akan diberlakukan di tahun 2021.
    Terkait hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kaltim,H. Rusman Ya’qub, saat dikonfirmasi via telpon selulernya, Sabtu (14/12/2019). Ia mengatakan bahwa penghapusan ujian nasional merupakan kebijakan Nasional yang sudah dianggap menjadi sebuah keputusan, dan daerah akan ikut saja.
    “Jadi yang menjadi persoalan, jangan jadikan pendidikan sebagai ajang uji coba kebijakan, dan korbannya bukan siapa-siapa, anak didik kita,” sindirnnya.
    “Kalau mau jujur anak didik kita semestinya memang harus bisa menciptakan ruang kompetisi, seperti apa nantinya tidak harus dimaknai  sebagai ujian nasional yang penting dari mereka bisa berkompetisi,”ucapnya
    Unas kalau melihat efek positifnya dapat melahirkan ajang kompetisi dalam meraih sebuah tujuan akhir, mungkin masalahnya perlu adanya perbaikan sistem. Kenapa harus diperbaiki sistemnya agar melahirkan kompetisi yang benar-benar mendidik, dan betul-betul objektif nilainya.
    “Jangan Unas dijadikan ajang untuk merebut ataupun meraih predikat dan prestasi daerah, dengan kelulusan 100% dan lain sebagainya,” ungkapnya.
    Lebih lanjut, Ia mengatakan, jangan nanti ujung-ujungnya nilai jadi sebuah hal keharusan  untuk di dongkrak. Selama ini,yang terjadi seperti ini, karena keinginan di setiap daerah, bahwa ujian nasional menjadi formalitas akhirnya jadi pengaturan nilai,” terangnya.
    Sebenarnya sistem kompetisi yang tidak sehat harus dirapikan, adanya evaluasi, jangan sampai ada sistem kompetisi yang menciptakan kepalsuan. Anak didik kita harus diajarkan kompetisi yang sehat, agar ada daya juang untuk selalu semangat berkompetisi,” tegasnya.
    Ia menambhakan bahwa kalau Unas diganti pada intinya setuju, namun diharapkan tidak menghilangkan daya juang anak-anak untuk berkompetisi dalam meraih prestasi.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Gelombang Pensiun dan Efisiensi Anggaran, Sekolah di PPU Hadapi Tantangan Berat

    Juni 12, 2026

    PDIP Tak Goyah Meski Paripurna Batal, Hak Angket Tetap Didorong

    Juni 12, 2026

    Tingkat Kepuasan Presiden Capai 68,2 Persen, Publik Nilai Kinerja Prabowo-Gibran Positif

    Juni 12, 2026

    Golkar Tegas Tolak Hak Angket, Usulan terhadap Gubernur Kaltim Masih Prematur

    Juni 11, 2026

    Patuh Pada Partai, PAN Klaim Tak Hadiri Sidang Paripurna Hak Angket

    Juni 10, 2026

    Tak Ikut Paripurna Angket, Sarkowi Konsisten Pilih Interpelasi

    Juni 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    R’syaJuni 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan orang tua harus berperan aktif…

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Gelombang Pensiun dan Efisiensi Anggaran, Sekolah di PPU Hadapi Tantangan Berat

    Juni 12, 2026

    Skateboard Makin Diminati, KIS Kaltim Buka Ruang bagi Pemula

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,141 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.