Insitekaltim, Samarinda – Pemilu masih tiga tahun lagi, tetapi Partai Amanat Nasional (PAN) mulai memanaskan mesin politiknya di Kaltim. Anggota Fraksi PAN DPR RI Edi Oloan Pasaribu membentuk jaringan relawan hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Samarinda sebagai bagian dari konsolidasi dini menghadapi Pemilu 2029.

Langkah itu menunjukkan partai berlambang matahari tersebut memilih bergerak lebih cepat dibanding menunggu tahapan pemilu dimulai. Konsolidasi dilakukan setelah DPP PAN mengevaluasi hasil Pemilu 2024 yang dinilai belum mampu mempertahankan seluruh kursi yang dimiliki.
“Ini mandat Ketua Umum. Kami diminta melakukan konsolidasi sejak sekarang. Evaluasi 2024 menjadi pelajaran bagi kami,” ujar Edi saat melantik relawan di Gedung Taekwondo Samarinda, Sabtu, 25 Juli 2026.
Jaringan relawan yang dibentuk tersebar hingga tingkat TPS di 10 kecamatan Samarinda. Bagi PAN, relawan tidak hanya diposisikan sebagai mesin pemenangan menjelang pemilu, tetapi juga menjadi penghubung berbagai program pemerintah pusat kepada masyarakat selama masa jabatan anggota legislatif.
Program beasiswa PIP, KIP Kuliah, bedah rumah, sertifikasi tanah hingga bantuan infrastruktur disebut akan menjadi bagian dari kerja-kerja politik yang dijalankan bersama relawan.
“Saya tidak membentuk relawan hanya untuk mencari suara. Yang saya bangun adalah mitra strategis agar program-program yang kami perjuangkan benar-benar sampai kepada masyarakat,” katanya.
Di hadapan relawan, Edi juga mengingatkan bahwa dukungan politik tidak boleh dibangun atas dasar loyalitas kepada figur semata. Ia meminta para relawan menilai sendiri kinerjanya sebagai anggota DPR RI selama lima tahun ke depan.
“Kalau saya tidak bekerja untuk rakyat, tinggalkan saya. Loyalitas jangan kepada orangnya, tetapi kepada perjuangannya,” tegasnya.
Pesan lain yang disampaikan adalah menjaga soliditas internal PAN. Ia mengutip arahan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan agar kader lebih fokus membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata dibanding menghabiskan energi untuk konflik politik internal.
“Fokus bantu rakyat. Jangan habiskan energi untuk iri, dengki, atau saling menjatuhkan. Politik harus memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

