Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Balai Kota Samarinda Masih Jadi Magnet Warga yang Gemar Jogging

    July 29, 2026

    DP3A Kaltim Kemas HAN dengan Layanan Edukasi dan Kesehatan Gratis

    July 29, 2026

    Dinsos Kaltim Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah

    July 29, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Uji Coba Program MBG di Samarinda Cukupkah Rp15.000 untuk Gizi Anak Sekolah?
    DPRD Samarinda

    Uji Coba Program MBG di Samarinda Cukupkah Rp15.000 untuk Gizi Anak Sekolah?

    Adit MustafaBy Adit MustafaDecember 10, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggaran sebesar Rp15.000 per anak yang diimplementasikan dalam uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa TK SD hingga SMP di Samarinda pada Selasa (10/12/2024) menuai perhatian khusus.

    Beberapa mempertanyakan apakah dana tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal. Salah satunya Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti yang menekankan pentingnya memastikan kecukupan kalori dan kualitas nutrisi dalam program ini.

    Teks: Menu uji coba Makan Bergizi Gratis di Samarinda pada Selasa (10/12/2024)

    Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak sekolah, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, dengan alokasi anggaran sebesar Rp15.000 per anak, muncul keraguan apakah kebutuhan gizi harian dapat dipenuhi.

    “Dengan anggaran Rp15.000 per anak, apakah kebutuhan kalori anak sudah bisa terpenuhi? Selain itu, orang tua tetap perlu menyiapkan sarapan di rumah serta memberikan pendidikan terkait sanitasi dan kebersihan,” ungkap Sri Puji Astuti.

    Menurutnya, kebutuhan kalori harian anak-anak usia sekolah bervariasi antara 1.400 hingga 2.200 kalori tergantung usia dan aktivitas mereka. Untuk itu, penting memastikan bahwa anggaran tersebut mampu mencakup bahan makanan yang bergizi seimbang, termasuk karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

    Puji juga menyoroti bahwa program ini tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas makanan yang disediakan. Makanan harus bergizi, cukup dan beragam agar anak-anak mendapatkan nutrisi yang memadai untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

    “Sayuran harus ada, begitu pula protein, baik nabati maupun hewani, agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi. Ini juga menjadi edukasi bagi orang tua dan siswa mengenai pola makan yang sehat,” jelasnya.

    DPRD Samarinda menyarankan adanya kontrol ketat terhadap menu makanan yang disediakan, termasuk memastikan bahwa makanan diolah dengan higienis dan sesuai standar gizi.

    Meski terdapat tantangan anggaran, Puji optimis bahwa program ini memiliki efek domino yang besar jika terealisasi dengan baik. Selain meningkatkan kualitas hidup anak-anak, program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting di Indonesia.

    “Semua program dari pemerintah pusat harus kita dukung, termasuk program ini yang menjadi inisiatif Presiden. Kita tidak ingin ada anak-anak yang mengalami stunting,” ujarnya.

    Puji menegaskan, program makan gratis ini merupakan bagian dari upaya menciptakan generasi emas Indonesia. Dengan implementasi yang baik, ia optimis target tersebut dapat tercapai.

    “Jika program ini berjalan dengan baik, apa yang kita harapkan, yaitu terwujudnya generasi emas, bisa tercapai,” ungkap Puji.

    Sementara itu, Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Samarinda Ulu Sirajul Amin mengungkapkan bahwa menu dalam program ini akan dirancang oleh ahli gizi dan disusun berdasarkan siklus menu yang berbeda setiap hari.

    “Terkait menu, nanti ada siklus menu yang dirancang oleh ahli gizi. Setiap hari pasti berbeda-beda, karena ini untuk uji coba yang akan kita sesuaikan dengan implementasi penuh pada 2025,” ujar Sirajul.

    Ia memastikan menu mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, buah dan susu. Sebagai contoh, Sirajul juga memaparkan menu dalam uji coba kali ini meliputi:

    Karbohidrat: nasi
    Protein hewani: ayam teriyaki
    Protein nabati: tahu
    Sayuran: capcay
    Buah: jeruk
    Minuman: susu

    Sirajul juga menegaskan pentingnya penyesuaian porsi makan untuk setiap jenjang pendidikan. “Porsi makan untuk setiap jenjang berbeda karena kebutuhan gizi anak TK, SD dan SMP tentu tidak sama. Pengelompokan ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan mereka,” jelasnya.

    DPRD Samarinda Makan Gizi Gratis Sri Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Musda Golkar Samarinda Mengarah ke Aklamasi, Andi Satya Calon Tunggal

    July 28, 2026

    MPLS Sekolah Rakyat Mundur dari Jadwal Nasional, Baru Digelar Akhir Juli

    July 20, 2026

    DPRD Samarinda Cari Solusi Pendanaan Awal Kontingen Porprov, Penginapan Jadi Prioritas

    July 20, 2026

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    July 16, 2026

    15 Tahun Menanti Sertifikat Rumah, Sengketa Nasabah dan BTN Belum Temui Titik Terang

    July 13, 2026

    Gerindra Dorong 70 Persen Dana Probebaya Dialihkan untuk Pelatihan Kerja Warga

    July 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Balai Kota Samarinda Masih Jadi Magnet Warga yang Gemar Jogging

    R’syaJuly 29, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Langit yang mulai berwarna jingga menjadi penanda dimulainya aktivitas lain di kawasan…

    DP3A Kaltim Kemas HAN dengan Layanan Edukasi dan Kesehatan Gratis

    July 29, 2026

    Dinsos Kaltim Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah

    July 29, 2026

    Tekan Inflasi, BPS Minta Penguatan Komoditas Lokal Harus Berkelanjutan

    July 29, 2026

    Anak-anak Kian Jarang Bergerak, Dispora Sebut Budaya Olahraga Masyarakat Kaltim Masih Rendah

    July 29, 2026
    1 2 3 … 3,246 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.