Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Uji Coba Program MBG di Samarinda Cukupkah Rp15.000 untuk Gizi Anak Sekolah?
    DPRD Samarinda

    Uji Coba Program MBG di Samarinda Cukupkah Rp15.000 untuk Gizi Anak Sekolah?

    Adit MustafaBy Adit MustafaDesember 10, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggaran sebesar Rp15.000 per anak yang diimplementasikan dalam uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa TK SD hingga SMP di Samarinda pada Selasa (10/12/2024) menuai perhatian khusus.

    Beberapa mempertanyakan apakah dana tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal. Salah satunya Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti yang menekankan pentingnya memastikan kecukupan kalori dan kualitas nutrisi dalam program ini.

    Teks: Menu uji coba Makan Bergizi Gratis di Samarinda pada Selasa (10/12/2024)

    Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak sekolah, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Namun, dengan alokasi anggaran sebesar Rp15.000 per anak, muncul keraguan apakah kebutuhan gizi harian dapat dipenuhi.

    “Dengan anggaran Rp15.000 per anak, apakah kebutuhan kalori anak sudah bisa terpenuhi? Selain itu, orang tua tetap perlu menyiapkan sarapan di rumah serta memberikan pendidikan terkait sanitasi dan kebersihan,” ungkap Sri Puji Astuti.

    Menurutnya, kebutuhan kalori harian anak-anak usia sekolah bervariasi antara 1.400 hingga 2.200 kalori tergantung usia dan aktivitas mereka. Untuk itu, penting memastikan bahwa anggaran tersebut mampu mencakup bahan makanan yang bergizi seimbang, termasuk karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

    Puji juga menyoroti bahwa program ini tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas makanan yang disediakan. Makanan harus bergizi, cukup dan beragam agar anak-anak mendapatkan nutrisi yang memadai untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

    “Sayuran harus ada, begitu pula protein, baik nabati maupun hewani, agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi. Ini juga menjadi edukasi bagi orang tua dan siswa mengenai pola makan yang sehat,” jelasnya.

    DPRD Samarinda menyarankan adanya kontrol ketat terhadap menu makanan yang disediakan, termasuk memastikan bahwa makanan diolah dengan higienis dan sesuai standar gizi.

    Meski terdapat tantangan anggaran, Puji optimis bahwa program ini memiliki efek domino yang besar jika terealisasi dengan baik. Selain meningkatkan kualitas hidup anak-anak, program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan angka stunting di Indonesia.

    “Semua program dari pemerintah pusat harus kita dukung, termasuk program ini yang menjadi inisiatif Presiden. Kita tidak ingin ada anak-anak yang mengalami stunting,” ujarnya.

    Puji menegaskan, program makan gratis ini merupakan bagian dari upaya menciptakan generasi emas Indonesia. Dengan implementasi yang baik, ia optimis target tersebut dapat tercapai.

    “Jika program ini berjalan dengan baik, apa yang kita harapkan, yaitu terwujudnya generasi emas, bisa tercapai,” ungkap Puji.

    Sementara itu, Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Samarinda Ulu Sirajul Amin mengungkapkan bahwa menu dalam program ini akan dirancang oleh ahli gizi dan disusun berdasarkan siklus menu yang berbeda setiap hari.

    “Terkait menu, nanti ada siklus menu yang dirancang oleh ahli gizi. Setiap hari pasti berbeda-beda, karena ini untuk uji coba yang akan kita sesuaikan dengan implementasi penuh pada 2025,” ujar Sirajul.

    Ia memastikan menu mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, buah dan susu. Sebagai contoh, Sirajul juga memaparkan menu dalam uji coba kali ini meliputi:

    Karbohidrat: nasi
    Protein hewani: ayam teriyaki
    Protein nabati: tahu
    Sayuran: capcay
    Buah: jeruk
    Minuman: susu

    Sirajul juga menegaskan pentingnya penyesuaian porsi makan untuk setiap jenjang pendidikan. “Porsi makan untuk setiap jenjang berbeda karena kebutuhan gizi anak TK, SD dan SMP tentu tidak sama. Pengelompokan ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan mereka,” jelasnya.

    DPRD Samarinda Makan Gizi Gratis Sri Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Perkuat Kemandirian Warga, Novan Usulkan Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Rentan

    Juni 15, 2026

    Penduduk Samarinda Terus Bertambah, Yakob: Lapangan Kerja dan Tenaga Lokal Jadi Prioritas

    Juni 15, 2026

    DPRD Nilai Komitmen Pemkot dalam Memajukan UMKM Semakin Terlihat

    Juni 11, 2026

    Nilai TKA Tinggi, DPRD Minta Disdik Petakan Sekolah yang Masih Tertinggal

    Juni 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.