Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Seribu Rumah Seribu Harapan, Kaltim Gaspol Perbaiki Hunian Warga di 2026

    Mei 7, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026

    Mahasiswa Lakukan Aksi Simbolik, Pemprov Kaltim Sebut Tak Ada Undangan Resmi

    Mei 6, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Tren Doom Spending, Gen Z Doyan Boros Demi Self-Reward
    Lifestyle

    Tren Doom Spending, Gen Z Doyan Boros Demi Self-Reward

    LarasBy LarasDesember 22, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi berbelanja
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Fenomena “doom spending” atau kebiasaan belanja impulsif makin sering disebutkan belakangan ini di kalangan generasi muda. Dari CNN Indonesia, terdapat 9,89 juta generasi mereka masih kesusahan mencari kerja.

    Di tengah kondisi itu, kini gen Z dan milenial malah diperkirakan menjadi kesulitan ekonomi dibandingkan generasi sebelumnya. Ibaratnya, walau sulit, tak jadi pantangan bagi mereka untuk boros asal bisa bahagia.

    Tanpa disadari tren ini menjangkiti Hiza (21), seorang mahasiswa semester 3 di salah satu universitas di Samarinda. Ia mengakui bahwa belanja sering menjadi godaan yang sulit dihindari, terutama saat ada diskon besar-besaran.

    “Awalnya cuma iseng lihat-lihat, tapi ujungnya checkout,” kata Hiza, Minggu (22/12/2024).

    Ia merasa kebiasaan ini sering dianggap sebagai bentuk “self-reward” (perhargaan atas diri sendiri), namun dampaknya membuat keuangannya tidak terkontrol.

    “Saya pikir itu hadiah untuk diri sendiri, tapi akhirnya malah boros,” ungkapnya.

    Hiza juga menyebut bahwa kemudahan akses belanja online menjadi salah satu pemicu utama. Dengan sekali klik, ia bisa mendapatkan barang yang diinginkan, meskipun sering kali tidak benar-benar dibutuhkan.

    Kini, Hiza berusaha memperbaiki kebiasaan belanjanya dengan lebih berhati-hati. Langkah kecil ini ia lakukan agar bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan.

    “Saya mulai mencoba membatasi belanja hanya untuk kebutuhan,” jelasnya.

    Sama halnya dengan teman satu kuliahnya Caca (22). Dia mengaku sering terjebak dalam perilaku ini tanpa sadar.

    “Kadang saya belanja online karena merasa bosan atau tertekan,” ungkap Caca.

    Menurutnya, aktivitas tersebut memberikan rasa nyaman sesaat, terutama saat ia menghadapi tekanan akademik. Namun, perasaan itu sering kali berubah menjadi penyesalan.

    “Rasanya menyenangkan, tapi setelah lihat total pengeluaran, saya jadi menyesal,” ujarnya.

    Barang yang dibeli Caca tidak selalu diperlukan dan hanya menumpuk di kamarnya. Ia mengaku bahwa diskon besar-besaran dan kemudahan belanja online menjadi faktor utama yang mendorongnya.

    “Awalnya cuma lihat-lihat, tapi ujungnya checkout,” tuturnya.

    Perilaku doom spending semakin sering ditemui di kalangan muda, dan para ahli menyarankan untuk lebih sadar terhadap pengeluaran agar keuangan tetap terkontrol.

    CNN Indonesia Doom spending Gen Z Self Reward
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Camat Samarinda Ulu Dukung Perda TBC, Soroti Pentingnya Jaminan Sosial bagi Penderita

    April 14, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    TWAP Samarinda Tanggapi Sudarno, Tegaskan Pernyataan Andi Harun Soal JKN Bukan Hoaks

    April 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Seribu Rumah Seribu Harapan, Kaltim Gaspol Perbaiki Hunian Warga di 2026

    Ratu ArifanzaMei 7, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Upaya memperbaiki kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) kini masuk ke ruang…

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026

    Mahasiswa Lakukan Aksi Simbolik, Pemprov Kaltim Sebut Tak Ada Undangan Resmi

    Mei 6, 2026

    Dinamika di Balik Rp288,5 Miliar, Gratispol Fokuskan Tepat Sasaran

    Mei 6, 2026

    Dari Samarinda untuk Indonesia, PKN II Angkatan X Targetkan Lahirkan Pemimpin Transformasional

    Mei 6, 2026
    1 2 3 … 3,089 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.