Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026

    Dishub Samarinda Siapkan Rp14 Miliar untuk PJU, Sejumlah Ruas Jadi Fokus Tahun Depan

    Oktober 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Tren Doom Spending, Gen Z Doyan Boros Demi Self-Reward
    Lifestyle

    Tren Doom Spending, Gen Z Doyan Boros Demi Self-Reward

    LarasBy LarasDesember 22, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi berbelanja
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Fenomena “doom spending” atau kebiasaan belanja impulsif makin sering disebutkan belakangan ini di kalangan generasi muda. Dari CNN Indonesia, terdapat 9,89 juta generasi mereka masih kesusahan mencari kerja.

    Di tengah kondisi itu, kini gen Z dan milenial malah diperkirakan menjadi kesulitan ekonomi dibandingkan generasi sebelumnya. Ibaratnya, walau sulit, tak jadi pantangan bagi mereka untuk boros asal bisa bahagia.

    Tanpa disadari tren ini menjangkiti Hiza (21), seorang mahasiswa semester 3 di salah satu universitas di Samarinda. Ia mengakui bahwa belanja sering menjadi godaan yang sulit dihindari, terutama saat ada diskon besar-besaran.

    “Awalnya cuma iseng lihat-lihat, tapi ujungnya checkout,” kata Hiza, Minggu (22/12/2024).

    Ia merasa kebiasaan ini sering dianggap sebagai bentuk “self-reward” (perhargaan atas diri sendiri), namun dampaknya membuat keuangannya tidak terkontrol.

    “Saya pikir itu hadiah untuk diri sendiri, tapi akhirnya malah boros,” ungkapnya.

    Hiza juga menyebut bahwa kemudahan akses belanja online menjadi salah satu pemicu utama. Dengan sekali klik, ia bisa mendapatkan barang yang diinginkan, meskipun sering kali tidak benar-benar dibutuhkan.

    Kini, Hiza berusaha memperbaiki kebiasaan belanjanya dengan lebih berhati-hati. Langkah kecil ini ia lakukan agar bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan.

    “Saya mulai mencoba membatasi belanja hanya untuk kebutuhan,” jelasnya.

    Sama halnya dengan teman satu kuliahnya Caca (22). Dia mengaku sering terjebak dalam perilaku ini tanpa sadar.

    “Kadang saya belanja online karena merasa bosan atau tertekan,” ungkap Caca.

    Menurutnya, aktivitas tersebut memberikan rasa nyaman sesaat, terutama saat ia menghadapi tekanan akademik. Namun, perasaan itu sering kali berubah menjadi penyesalan.

    “Rasanya menyenangkan, tapi setelah lihat total pengeluaran, saya jadi menyesal,” ujarnya.

    Barang yang dibeli Caca tidak selalu diperlukan dan hanya menumpuk di kamarnya. Ia mengaku bahwa diskon besar-besaran dan kemudahan belanja online menjadi faktor utama yang mendorongnya.

    “Awalnya cuma lihat-lihat, tapi ujungnya checkout,” tuturnya.

    Perilaku doom spending semakin sering ditemui di kalangan muda, dan para ahli menyarankan untuk lebih sadar terhadap pengeluaran agar keuangan tetap terkontrol.

    CNN Indonesia Doom spending Gen Z Self Reward
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Mahakam Mask Carnival Jadi Ruang Belajar Seni dan Budaya Nusantara

    September 28, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    AminahOktober 2, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polemik setelah pemilihan rektor Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026–2030 belum sepenuhnya berakhir.…

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026

    Dishub Samarinda Siapkan Rp14 Miliar untuk PJU, Sejumlah Ruas Jadi Fokus Tahun Depan

    Oktober 2, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026
    1 2 3 … 3,372 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.