Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»TKD Dipangkas, DPRD Samarinda Alihkan Fokus ke Proyek Strategis dan Pengendalian Banjir
    DPRD Samarinda

    TKD Dipangkas, DPRD Samarinda Alihkan Fokus ke Proyek Strategis dan Pengendalian Banjir

    GilangBy GilangNovember 28, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap kapasitas fiskal Kota Samarinda.

    Menyikapi kondisi tersebut, DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga arah pembangunan dengan memprioritaskan proyek-proyek strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar. Ia mengatakan pemangkasan TKD membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dan mitigasi anggaran agar pembangunan tidak terhenti.

    “Yang pasti pemerintah kota dengan kita menyepakati mitigasi anggaran. APBD yang sebelumnya sekitar Rp5,8 triliun, terpangkas kurang lebih Rp1,4 triliun. Untuk 2026 kemungkinan akan kita sahkan di kisaran Rp3,1 triliun,” ungkapnya pada Jumat, 28 November 2025.

    Menurut Deni, penurunan kapasitas fiskal ini tak lepas dari kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang juga mengalami penyesuaian, sehingga berdampak langsung ke daerah.

    “Dalam APBN sendiri pasti ada pengurangan dari sisi belanja pembangunan. Itu berimbas ke kita di daerah,” jelasnya.

    Kondisi tersebut memaksa Pemkot Samarinda melakukan reposisi program dan memprioritaskan kegiatan yang paling mendesak.

    Deni menegaskan, tidak semua pembangunan bisa lagi ditopang oleh APBD, sehingga perlu adanya perubahan strategi dengan mendorong proyek-proyek strategis melalui dukungan pemerintah pusat.

    “Mungkin ada beberapa kegiatan yang perlu kita usulkan langsung ke kementerian,” katanya.

    Ia mencontohkan sejumlah proyek besar yang dinilai krusial bagi masa depan Samarinda, terutama dalam penanganan banjir.

    “Kegiatan seperti penurapan Sungai Karang Mumus, pembangunan pintu air, kolam retensi, itu semua membutuhkan anggaran besar dan tidak mungkin hanya mengandalkan APBD,” ungkapnya.

    Menurut Deni, program pengendalian banjir tetap menjadi prioritas karena selama ini menjadi persoalan utama yang mengganggu aktivitas warga dan memperlambat perkembangan kota.

    “Inilah yang akan kita coba dorong ke pemerintah pusat, agar kegiatan penanggulangan banjir di Samarinda bisa mendapatkan dukungan lebih besar,” tegasnya.

    Namun, ia mengakui bahwa proses tersebut tidak bisa instan karena pemerintah pusat harus mempertimbangkan kebutuhan seluruh daerah di Indonesia.

    “Mungkin tidak bisa diselesaikan di 2026, bisa jadi baru terealisasi di 2027, karena pusat juga memikirkan daerah lain, bukan hanya Samarinda,” ujarnya.

    Meski demikian, Deni memastikan DPRD Samarinda tidak akan berhenti memperjuangkan kebutuhan pembangunan kota. Ia menilai, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah harus semakin cermat dan kreatif dalam menentukan prioritas.

    “Pembangunan Samarinda tidak boleh stagnan. Infrastruktur dasar seperti pengendalian banjir, perbaikan jalan, drainase, penataan kawasan, dan fasilitas publik harus tetap diperkuat,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Gilang

    Related Posts

    Udara Samarinda Memburuk, DPRD Dorong Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

    September 8, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Legalitas Jukir di Kawasan Teras Samarinda

    September 8, 2026

    Komunikasi Pemkot dan Pedagang Mulai Cair, Iswandi Tekankan Pasar Harus Dikelola Proporsional

    September 7, 2026

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026

    DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Daring Saat Udara Memburuk

    September 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    AminahOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Apa yang diminum setelah makan malam sering dianggap sepele. Padahal, pilihan minuman…

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.