Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Demokrat Siapkan Konsolidasi Menuju 2029, Bambang Soepriyadi Berpeluang Pimpin Kaltim

    Juni 13, 2026

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»TKD Dipangkas, DPRD Samarinda Alihkan Fokus ke Proyek Strategis dan Pengendalian Banjir
    DPRD Samarinda

    TKD Dipangkas, DPRD Samarinda Alihkan Fokus ke Proyek Strategis dan Pengendalian Banjir

    GilangBy GilangNovember 28, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap kapasitas fiskal Kota Samarinda.

    Menyikapi kondisi tersebut, DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga arah pembangunan dengan memprioritaskan proyek-proyek strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar. Ia mengatakan pemangkasan TKD membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian dan mitigasi anggaran agar pembangunan tidak terhenti.

    “Yang pasti pemerintah kota dengan kita menyepakati mitigasi anggaran. APBD yang sebelumnya sekitar Rp5,8 triliun, terpangkas kurang lebih Rp1,4 triliun. Untuk 2026 kemungkinan akan kita sahkan di kisaran Rp3,1 triliun,” ungkapnya pada Jumat, 28 November 2025.

    Menurut Deni, penurunan kapasitas fiskal ini tak lepas dari kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang juga mengalami penyesuaian, sehingga berdampak langsung ke daerah.

    “Dalam APBN sendiri pasti ada pengurangan dari sisi belanja pembangunan. Itu berimbas ke kita di daerah,” jelasnya.

    Kondisi tersebut memaksa Pemkot Samarinda melakukan reposisi program dan memprioritaskan kegiatan yang paling mendesak.

    Deni menegaskan, tidak semua pembangunan bisa lagi ditopang oleh APBD, sehingga perlu adanya perubahan strategi dengan mendorong proyek-proyek strategis melalui dukungan pemerintah pusat.

    “Mungkin ada beberapa kegiatan yang perlu kita usulkan langsung ke kementerian,” katanya.

    Ia mencontohkan sejumlah proyek besar yang dinilai krusial bagi masa depan Samarinda, terutama dalam penanganan banjir.

    “Kegiatan seperti penurapan Sungai Karang Mumus, pembangunan pintu air, kolam retensi, itu semua membutuhkan anggaran besar dan tidak mungkin hanya mengandalkan APBD,” ungkapnya.

    Menurut Deni, program pengendalian banjir tetap menjadi prioritas karena selama ini menjadi persoalan utama yang mengganggu aktivitas warga dan memperlambat perkembangan kota.

    “Inilah yang akan kita coba dorong ke pemerintah pusat, agar kegiatan penanggulangan banjir di Samarinda bisa mendapatkan dukungan lebih besar,” tegasnya.

    Namun, ia mengakui bahwa proses tersebut tidak bisa instan karena pemerintah pusat harus mempertimbangkan kebutuhan seluruh daerah di Indonesia.

    “Mungkin tidak bisa diselesaikan di 2026, bisa jadi baru terealisasi di 2027, karena pusat juga memikirkan daerah lain, bukan hanya Samarinda,” ujarnya.

    Meski demikian, Deni memastikan DPRD Samarinda tidak akan berhenti memperjuangkan kebutuhan pembangunan kota. Ia menilai, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah harus semakin cermat dan kreatif dalam menentukan prioritas.

    “Pembangunan Samarinda tidak boleh stagnan. Infrastruktur dasar seperti pengendalian banjir, perbaikan jalan, drainase, penataan kawasan, dan fasilitas publik harus tetap diperkuat,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Gilang

    Related Posts

    DPRD Nilai Komitmen Pemkot dalam Memajukan UMKM Semakin Terlihat

    Juni 11, 2026

    Nilai TKA Tinggi, DPRD Minta Disdik Petakan Sekolah yang Masih Tertinggal

    Juni 10, 2026

    Pengunjung Pasar Pagi Anjlok, DPRD Samarinda Minta Pemkot Fokus Benahi Masalah

    Juni 10, 2026

    Samarinda Bangun PLTSa, DPRD Pertanyakan Nasib 10 Insinerator yang Sudah Dibeli

    Juni 9, 2026

    Penataan SKM Kini Berpayung Hukum, Bangunan di Bantaran Ditertibkan Bertahap

    Juni 9, 2026

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Demokrat Siapkan Konsolidasi Menuju 2029, Bambang Soepriyadi Berpeluang Pimpin Kaltim

    SittiJuni 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Partai Demokrat mulai memanaskan mesin politiknya di Kalimantan Timur (Kaltim) menjelang Pemilu…

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Gelombang Pensiun dan Efisiensi Anggaran, Sekolah di PPU Hadapi Tantangan Berat

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,141 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.