Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Tidur Setelah Sahur Berisiko Ganggu Ritme Tubuh, Dokter Tirta Sarankan Tetap Beraktivitas Ringan
    Kesehatan

    Tidur Setelah Sahur Berisiko Ganggu Ritme Tubuh, Dokter Tirta Sarankan Tetap Beraktivitas Ringan

    RidhoBy RidhoFebruari 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi Edukasi Dokter Tirta di YouTube (Screenshot YouTube)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Kebiasaan kembali tidur setelah sahur dinilai berpotensi mengganggu metabolisme tubuh dan pola tidur selama Ramadan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap terjaga dan melakukan aktivitas ringan usai sahur dan salat Subuh.

    Imbauan tersebut disampaikan Dokter Tirta dalam sesi edukasi mengenai pola hidup sehat selama menjalankan ibadah puasa yang diunggah di kanal YouTube Tirta PengPengPeng, Jumat, 20 Februari 2026.

    Dokter Tirta menjelaskan, waktu setelah sahur dan Subuh sebaiknya dimanfaatkan untuk aktivitas ringan seperti bekerja, mengaji, atau berzikir, bukan kembali tidur. Kebiasaan tidur setelah sahur, menurutnya, dapat mengacaukan jam biologis tubuh.

    “Secara metabolisme, yang sering terganggu itu jam tidur dan pencernaan. Misalnya selesai sahur pukul 04.20 lalu tidur lagi. Biasanya tidak bangun tepat waktu, bisa molor sampai pukul 09.00 atau lebih. Ritme tubuh jadi berantakan,” ujarnya.

    Ia mengibaratkan pola tersebut seperti kondisi “mati, hidup, lalu mati lagi” karena tubuh dipaksa kembali beristirahat setelah baru saja aktif makan dan beribadah. Hal ini, kata dia, dapat berdampak pada kualitas istirahat serta menurunkan produktivitas sepanjang hari.

    Karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk tetap terjaga setelah sahur dengan kegiatan ibadah maupun aktivitas fisik ringan. Bahkan, menurutnya, sebagian orang memilih berolahraga ringan di pusat kebugaran yang beroperasi 24 jam.

    “Kalau tidak ada pekerjaan, bisa mengaji atau berzikir sambil menunggu waktu beraktivitas. Intinya, sebaiknya tidak langsung tidur lagi setelah sahur dan Subuh,” katanya.

    Selain membahas pola tidur, Dokter Tirta juga menyoroti aktivitas olahraga selama puasa. Ia mengingatkan adanya risiko hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah di bawah normal apabila olahraga dilakukan secara berlebihan.

    “Risiko terberat olahraga berlebihan saat puasa adalah hipoglikemia dan dehidrasi. Orang bisa rentan pingsan, terutama kalau belum terbiasa,” jelasnya.

    Ia menambahkan, dehidrasi berat dapat dikenali dari warna urine yang pekat. Oleh sebab itu, olahraga saat puasa harus dilakukan secara bijak dan menyesuaikan kondisi tubuh masing-masing.

    “Kalau sudah terbiasa olahraga saat puasa, tidak masalah. Tapi kalau belum, sebaiknya dilakukan menjelang berbuka, setelah Magrib, setelah Isya atau Tarawih, atau sebelum sahur,” tutupnya.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan, ritme tubuh, dan keseimbangan pola hidup selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

     

    Dokter Tirta Kesehatan Sahur Tidur
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Dugaan Malpraktik Dokter Furqon Belum Bisa Dibuktikan, AWS Tunggu Hasil Majelis Disiplin Profesi

    September 29, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu…

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.