Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Thrifting Menjamur, Joni Ajak Generasi Mudah Lebih Cinta Produk Dalam Negeri
    DPRD Samarinda

    Thrifting Menjamur, Joni Ajak Generasi Mudah Lebih Cinta Produk Dalam Negeri

    LarasBy LarasMaret 29, 2023Updated:Maret 29, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda Joni Sinatra Ginting menyoroti menjamurnya agen-agen yang menjual barang thrifting (barang bekas) terutama pakaian di Indonesia saat ini.

    Thrifting sendiri adalah kegiatan berbelanja produk bekas, yang dinilai memiliki harga yang lebih murah, sehingga dianggap lebih hemat. Kebanyakan produk thrifting didatangkan dari luar negeri.

    Hal tersebut menjadi sorotan Joni karena dahulu pakaian thrifting diperuntukkan sebagai bantuan bagi para korban bencana. Namun kini, terutama di negara Asia, pakaian thrifting diperjualbelikan.

    “Esensinya, pakaian thrifting yang ada adalah bentuk perhatian masyarakat untuk bantuan pada korban bencana. Mereka memberikan bantuan melalui pakaian tersebut,” sebut Joni ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda, Ruang Komisi I, Kota Samarinda Kalimantan Timur pada Selasa (28/3/2023).

    “Tapi sekarang disalahkangunakan yang dulunya menjadi bantuan di Asia malah diperdagangkan, dikomersilkan,” kritiknya.

    Selain itu, Joni mengungkapkan rasa prihatinnya kepada generasi muda yang saat ini cenderung melihat pakaian thrifting dari luar negeri lebih baik dari pakaian produksi dalam negeri.

    Baginya, pakaian produksi Indonesia jauh lebih baik dari produk luar. Menjamurnya agen pakaian thrifting ini berdampak mematikan produk buatan negeri sendiri.

    “Masih ada generasi muda berpikir bahwa produk luar itu lebih bagus dari Indonesia,” tegasnya lagi.

    Tak hanya persoalan pakaian dalam negeri yang tersaingi, Joni mencemaskan penyakit-penyakit yang bisa timbul akibat ketidaktahuan masyarakat karena asal membeli pakaian thrifting.

    “Ditakutkan pakaian itu bekas dipakai oleh orang berpenyakit cacar dan lain-lain, jadi bisa menularkan penyakit. Kita khawatir,” ungkap Joni.

    Ia menyampaikan penolakannya terhadap pakaian thrifting yang beredar di pasaran. Baginya, produk dari Indonesia yang harusnya menjadi pilihan utama.

    Joni dengan tegas meminta pemerintah pusat mau bekerja sama menutup gerbang untuk menghalau pakaian thrifting masuk ke Indonesia dan lebih fokus mengangkat produk dalam negeri.

    “Sangat setuju, tinggal kontrol dari pemerintah saja karena banyak sumber masuk ke Indonesia ini. Dampaknya dalam negeri produk-produk dalam negeri jadi tidak maksimal pendistribusiannya,” tegasnya.

    “Kebijakan pemerintah pusat kalaupun itu (pakaian thrifting) tidak boleh lagi di perdagangkan, asal kontrolnya bagus, ya silakan,” tuturnya.

    Cinta Produk Dalam Negeri Joni Produk Luar Negeri
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026

    Andalkan Aplikasi Lawas 2024, Penentuan Jarak Domisili SPMB Samarinda Ternyata Masih Manual

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.