Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    September 20, 2026

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA
    Pemerintah

    Tetapkan Darurat Kekeringan di Samarinda, BPBD Waspadai Karhutla dan Ancaman ISPA

    Andika SaputraBy Andika SaputraSeptember 1, 2026Updated:September 18, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi kekeringan (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menetapkan status tanggap darurat kekeringan selama 14 hari sejak 25 Agustus hingga 7 September 2026 dengan mengerahkan seluruh potensi penanganan bencana di daerah.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, masa tanggap darurat tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

    Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) serta menunggu arahan Wali Kota Samarinda terkait kemungkinan perpanjangan status.

    “Sudah ditetapkan sejak tanggal 25 Agustus sampai dengan 7 September. Ditetapkan tanggap darurat kekeringan. Itu 14 hari,” ujar Suwarso, Selasa, 1 September 2026.

    Menurutnya periode tersebut akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia melalui pendekatan pentaheliks, yakni kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan unsur terkait lainnya dalam penanganan bencana.

    Suwarso juga memastikan kesiapan peralatan untuk menghadapi kondisi kekeringan. Salah satunya mesin penyedot air yang baru diterima dengan dukungan BPBD Provinsi Kaltim.

    Peralatan tersebut memiliki fungsi ganda. Pada musim kemarau mesin dapat digunakan untuk mengambil air dari sejumlah sumber, termasuk void tambang, membantu penyiraman lahan pertanian, serta mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

    Sementara ketika memasuki musim penghujan, peralatan yang sama dapat digunakan untuk menyedot genangan dengan volume besar agar proses surutnya air lebih cepat.

    “Kalau musim kemarau bisa untuk menyedot dari sumber-sumber air yang ada, termasuk void-void tambang. Bisa untuk penyiraman sawah, bisa untuk pemadaman kebakaran hutan. Di musim penghujan kita manfaatkan untuk menyedot genangan yang cukup tinggi,” jelasnya.

    Di tengah kondisi kekeringan dan asap yang mulai terlihat di sejumlah kawasan Suwarso juga mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda terkait kondisi tersebut. Masyarakat untuk sementara diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta menghindari kawasan dengan paparan asap tinggi.

    “Kalau bisa hindarilah titik-titik yang asapnya tinggi. Itu bisa kita cegah dengan pakai masker. Kita hindari keluar rumah kalau tidak penting betul,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kaltim Pertahankan Juara Umum MTQN 2026, Piala Presiden Kembali ke Bumi Etam

    September 20, 2026

    Hati-Hati, Air Void Bekas Tambang Hanya Layak untuk Pengairan Pertanian

    September 19, 2026

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026

    Mahakam Surut dan Kabut Asap Menebal, KSOP Perketat Imbauan Pelayaran

    September 18, 2026

    Kunjungan Anak Muda ke Perpustakaan Kaltim Meningkat, Koleksi Buku Masih Terbatas

    September 18, 2026

    Peluang Hujan Samarinda Masih Kecil, OMC Terus Diupayakan

    September 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    APBD Perubahan 2026 Samarinda Berpotensi Defisit Rp600 Miliar

    IraSeptember 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda menyoroti potensi defisit sekitar Rp600 miliar dalam…

    Dana Pemerintah Rp299 Triliun Masih Parkir di Bank BUMN, Kemenkeu Siapkan Penarikan Bertahap

    September 20, 2026

    Erau Adat Kutai Jadi Ruang Belajar Budaya, Hetifah Dorong Pengetahuan Warisan Kutai ke Generasi Muda

    September 20, 2026

    Berat Badan Naik Lagi Setelah Diet, Ini yang Terjadi pada Tubuh

    September 20, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026
    1 2 3 … 3,353 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.