Artikel ini telah dilihat : 286 kali.
oleh

Tertangkap Basah Rekam Anak Tetangga Sedang Mandi, Pria Ini Dilaporkan ke Polres Kutim

Reporter: Astuti – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Sangatta – Satu warga Kutai Timur (Kutim) yang berprofesi sebagai kuli bangunan, terpaksa harus tersandung kasus hukum.

Dia tertangkap basah saat merekam tetangganya yang sedang mandi, Jumat (9/4/2021) lalu, sekitar pukul 18:00 WITA, di Desa Sangatta Selatan Kecamatan Sangatta Selatan.

Dari laporan orang tua korban, mawar (nama samaran) merasa keberatan terhadap kelakuan HE yang sudah merekam aktivitas mandi anaknya melati (nama samaran) sehingga melaporkan perbuatan tak senonoh itu kepada Polres Kutai Timur.

Atas kejadian tersebut, Sat Reskrim bertindak cepat melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti. dengan mendapati barang bukti 1 unit hp merk OPPO warna silver yang dipakai untuk merekam vidio tidak senonoh tersebut.

Menurut pengakuan HE (30), korban dan dirinya merupakan tetangga dan sudah lama menyukai korban.

HE mengakui, ada 20 video yang sudah berhasil  direkam yang dimana objeknya adalah melati (nama samaran) dan ibu korban mawar (nama samaran).

Pelaku perekam video

Selanjutnya HE juga mengakui, perbuatan tersebut dilakukan karena mendengar aktivitas tetangganya yang sedang mandi dan suara air terdengar jelas dari arah rumahnya.

“Ya saya rekam saat mendengar suara air dari kamar mandi korban,” ucap HE saat diwawancarai awak media di Polres Kutai Timur pada Senin 12/4/2021.

Dari hasil penyelidikan Polres Kutim, diketahui tersangka HE menjalankan aksinya dengan cara merekam dari sela-sela atau lobang kamar mandi.

Selanjutnya video yang sudah direkam HE ditonton kembali saat HE sedang berfantasi.

Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf membantah isu masyarakat, Ormas dan LSM yang mengatakan akan membebaskan HE.

“Saat itu pelaku masih kita amankan 1 kali 24 jam dan dalam proses pemeriksaan, dikarenakan penangkapan saat itu di malam hari. Sehingga kami membutuhkan waktu, kemudian setelah melaksanakan gelar perkara lalu naik proses penyidikan dan ditetapkan pelaku sebagai tersangka,” ucap AKP Abdul Rauf.

Berdasarkan alat bukti yang Sah dalam KUHP maka Sat Reskrim Polres Kutai Timur menerbitkan laporan polisi nomor LP/86/IV/2021/Kaltim/Res.Kutim Tanggal 10 April 2021.

Atas kelakuannya, Heri di kenakan pasal 29 dan atau pasal 35 UU No 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukum paling lama 12 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit 250 juta dan paling banyak 6 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News