Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rakor Diskominfo se-Kaltim 2026: Faisal Dorong Integrasi Data dan Sinergi Digital Antar Daerah

    April 22, 2026

    Andi Harun Bongkar Pos Anggaran Rp98 Miliar, Dorong Efisiensi dan Integrasi Sistem Pemerintahan

    April 22, 2026

    Rp1,9 Miliar Digelontorkan, Pemkot Pastikan SMPN 2 Segera Normal Kembali

    April 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Terlalu Bergantung Pada Bisnis SDA, Dikhawatirkan Berdampak Pada Perekonomian Daerah
    DPRD Kaltim

    Terlalu Bergantung Pada Bisnis SDA, Dikhawatirkan Berdampak Pada Perekonomian Daerah

    MartinusBy MartinusOktober 18, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Penulis : Apriliani – Editor : Redaksi
    Insitekaltim,Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyebutkan bahwa Kaltim terlalu mengandalkan pada bisnis pengelolaan SDA, padahal dampaknya sangat beresiko terhadap kerusakan lingkungan. Hal ini yang membuat pertumbuhan perekonomian dan sosial menjadi kurang baik.
    Jika terlalu bergantung pada bisnis SDA, dikhawatirkan nantinya berdampak pada perekonomian daerah. Karena bisnis ini dipengaruhi oleh pasar global.

    Ketika pasar dunia melemah karena adanya kompetitor. Maka akan berimbas besar terhadap perekonomian daerah,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud.

    Hasanuddin juga menjelaskan akan ada permasalahan lainnya yang muncul seperti meningkatnya angka pengangguran terdidik akibat melemahnya dunia usaha saat ini. Serta akan meningkatnya permasalahan sosial urban masyarakat. Dan permasalahan lainnya yaitu peran aktif Pemerintah Daerah akan dianggap kurang peka dan kurang tanggap dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

    “Untuk itu, harus ada solusinya. Seperti Pemda yang seharusnya turut aktif dalam mengatasi lemahnya perekonomian daerah, dengan membuat regulasi-regulasi yang berpihak pada penguatan sektor usaha daerah (lokal). Serta DPRD Kaltim juga harus terlibat dalam pengawasan dan pembuatan aturan dalam rangka menumbuh kembangkan gairah usaha di daerah,” tuturnya kepada awak media, Jumat,(18/10/2019)
    Solusi lainnya yaitu dengan meningkatkan peran pengusaha lokal dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan memberikan insentif regulasi yang dapat meningkatkan daya saing dalam berusaha, serta akan mempermudah permodalan dan bekerjasama Bank Daerah.
    “Serta penghapusan sistem semi monopoli dan kartel dalam dunia usaha di Kalimantan Timur. Sudah seharusnya Pemda (Gubernur, DPRD I/DPRD II, Walikota/Bupati) serta unsur OPD, lainnya bisa saling bersinergi dalam membangun daerah dalam koridor kesejahteraan masyarakat umum,” tegasnya.
    Ia,berharap DPRD Kaltim mampu mencari sumber kelemahan ekonomi daerah saat ini. Dan segera membuat terobosan positif agar dunia usaha bisa kembali meningkat, dengan menghapuskan sistem monopoli dan kartel yang sangat merugikan pengusaha daerah. Yang selama ini dilakulan oleh perusahaan-perusahaan skala nasional yang beroperasi di Kalimantan Timur.
    “DPRD Kaltim berusaha menggandeng Perusda dan pengusaha lokal untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan memberikan jatah dalam skala besar bagi perusahaan daerah agar dapat mengakses peluang usaha di daerahnya. Pengusaha lokal seharusnya bisa menjadi tuan di daerahnya sendiri, dan tidak lagi diambil oleh pengusaha-pengusaha luar yang tidak memahami karakteristik kedaerahan,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Evaluasi LKPj 2025, DPRD Samarinda Soroti PAD Belum Maksimal Meski Target Terlampaui

    April 22, 2026

    DPRD Kaltim Setujui Tuntutan, Ribuan Massa Lanjutkan Aksi ke Kantor Gubernur

    April 21, 2026

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026

    Krisis Guru Belum Usai, DPRD Samarinda Ungkap Dua Akar Masalah Utama

    April 20, 2026

    Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai, Menaker Genjot Pelatihan Vokasi Nasional 2026

    April 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rakor Diskominfo se-Kaltim 2026: Faisal Dorong Integrasi Data dan Sinergi Digital Antar Daerah

    Ratu ArifanzaApril 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Faisal, menegaskan…

    Andi Harun Bongkar Pos Anggaran Rp98 Miliar, Dorong Efisiensi dan Integrasi Sistem Pemerintahan

    April 22, 2026

    Rp1,9 Miliar Digelontorkan, Pemkot Pastikan SMPN 2 Segera Normal Kembali

    April 22, 2026

    Kecelakaan Berulang, Dishub Samarinda Dorong Pemindahan Pergudangan ke Palaran

    April 22, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Kantong Parkir dan Sistem Elektronik untuk Atasi Jukir Liar

    April 22, 2026
    1 2 3 … 3,068 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.