Insitekaltim, Samarinda — Arus kegiatan berskala nasional yang mulai ramai digelar di Kota Samarinda dinilai sebagai sinyal positif bagi perkembangan Kalimantan Timur (Kaltim). Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, melihat fenomena ini tak lepas dari efek kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang perlahan menggeser pusat aktivitas nasional ke wilayah timur Indonesia.
Menurut Celni, meningkatnya kepercayaan pemerintah pusat maupun organisasi nasional untuk menggelar event di Samarinda merupakan peluang besar yang tidak boleh disia-siakan.
Kata dia, kota ini kini tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi mulai masuk dalam peta strategis penyelenggaraan kegiatan nasional.
“Dengan adanya IKN, kita jelas diuntungkan. Kegiatan-kegiatan yang sebelumnya hanya berpusat di kota besar di Pulau Jawa, sekarang mulai dialihkan ke Kaltim termasuk Samarinda,” ujarnya, Senin 18 Mei 2026.
Namun di balik peluang tersebut, Celni menyoroti persoalan mendasar yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi, yakni keterbatasan fasilitas olahraga.
Ia menilai kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting yang harus segera dibenahi, jika Samarinda ingin terus dipercaya sebagai tuan rumah event nasional.
“Kita akui masih ada kendala terutama dari sisi fasilitas. Ini yang harus jadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ia mengatakan sejumlah gedung olahraga di Samarinda sebenarnya sudah tersedia, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, aspek pemeliharaan juga dinilai masih kurang optimal, sehingga berpotensi mengurangi kualitas saat digunakan untuk kegiatan besar.
Momentum masuknya event nasional, lanjut Celni, seharusnya menjadi pemicu untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh. Tidak hanya pembangunan baru, tetapi juga optimalisasi dan perawatan fasilitas yang sudah ada.
“Banyak gedung olahraga yang sebenarnya bisa dimaksimalkan, tapi pengelolaannya belum optimal. Ini yang perlu kita dorong,” katanya.
Celni juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan. Ia mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam hal pengelolaan dan peningkatan fasilitas olahraga.
“Kalau dikerjakan bersama tentu hasilnya bisa lebih maksimal, terutama dalam hal perawatan dan kesiapan menghadapi event besar,” ujarnya.
Terkait dukungan anggaran, Celni menyebut pihaknya masih akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Ia tidak menampik adanya potensi penyesuaian atau bahkan pemotongan anggaran yang bisa berdampak pada program pembangunan.
“Kita lihat dulu kondisi keuangan daerah. Tapi yang jelas, sektor olahraga tetap harus kita dukung,” ucapnya.
Saat ini, Samarinda tengah menjadi tuan rumah Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 yang berlangsung pada 15–20 Mei di Gedung Serbaguna Stadion Segiri. Ajang tersebut menjadi salah satu contoh nyata meningkatnya kepercayaan terhadap kota ini.
Celni berharap, ke depan semakin banyak event nasional yang digelar di Samarinda. Lebih dari itu, ia ingin momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas infrastruktur sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Jangan hanya jadi tuan rumah, tapi juga harus bisa melahirkan prestasi,” pungkasnya.

