Insitekaltim, Samarinda – Memilih lagu sebelum memulai aktivitas sudah menjadi kebiasaan bagi banyak anak muda. Alih-alih memutar musik secara acak, mereka lebih memilih membuat playlist sendiri yang berisi lagu-lagu favorit sesuai suasana hati dan aktivitas yang dijalani.
Bagi Nanaz, musik menjadi teman yang hampir selalu hadir dalam kesehariannya. Ia mengaku mendengarkan musik lebih dari dua kali dalam sehari dan memiliki playlist sendiri yang didominasi lagu-lagu pop.
Menurutnya, membuat playlist lebih nyaman dibanding memutar lagu secara acak karena ia bisa mengulang lagu yang sedang disukai tanpa harus mencarinya kembali.
“Kalau lagi suka sama lagu itu, memang suka diulang-ulang,” ujarnya di Samarinda, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Tak hanya itu, isi playlist miliknya juga disesuaikan dengan aktivitas. Ia memilih lagu yang berbeda saat berolahraga maupun ketika berkendara. Beberapa lagu bahkan memiliki makna tersendiri karena mengingatkannya pada seseorang maupun momen tertentu.
Nanaz juga pernah membagikan playlist kepada orang lain. Hal itu menjadi salah satu cara memperkenalkan selera musik yang ia sukai.
“Pengin orang lain tahu apa yang aku suka,” tuturnya.
Karena itu, ia menilai playlist saat ini bukan lagi sekadar kumpulan lagu, melainkan sudah menjadi salah satu bentuk ekspresi diri.
Pandangan serupa juga dirasakan Jeje. Ia mengatakan cukup sering mendengarkan musik, terutama ketika berkendara menggunakan motor atau saat mengerjakan aktivitas yang tidak mengharuskannya fokus mendengarkan percakapan.
“Kalau ada kegiatan yang enggak perlu dengarin sesuatu, biasanya dengarin musik jadi lebih fokus,” ungkapnya.
Jeje memiliki beberapa playlist dengan tema yang berbeda, mulai dari lagu-lagu bernuansa sedih hingga playlist campuran. Ia sengaja menyusunnya agar lagu yang diputar sesuai dengan keinginan saat itu.
“Playlist itu isinya lagu-lagu yang memang mau aku dengar, jadi lagu yang terpilih aja,” jelasnya.
Ia mengungkapkan pilihan playlist terkadang mengikuti suasana hati. Sama seperti Nanaz, beberapa lagu di dalam playlist juga mengingatkannya pada orang atau momen tertentu. Namun, berbeda dengan Nanaz, Jeje menyebut belum pernah membagikan playlist miliknya kepada orang lain. Fungsi utama playlist baginya tetap sebagai kumpulan lagu yang bisa dipilih sesuai mood.
“Jadi tinggal dengarin yang sesuai mood aja,” ucapnya.
Pengalaman Nanaz dan Jeje menunjukkan bahwa playlist kini memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar daftar lagu. Di tengah kemudahan layanan streaming musik, playlist menjadi cara anak muda mengatur pengalaman mendengarkan musik sesuai aktivitas, menyimpan kenangan, hingga memperlihatkan selera musik yang menjadi bagian dari identitas mereka.

