Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BPS Kaltim Perbarui Potensi Ekonomi Lewat Sensus Ekonomi 2026

    Juli 3, 2026

    DPRD Desak Pendataan Ulang Konsesi Tambang, Kepastian Hak Tanah Warga Tak Boleh Diabaikan

    Juli 3, 2026

    Rawan Jadi Lokasi Bunuh Diri, DPRD Desak Pemasangan Pagar Pengaman di Jembatan Mahakam

    Juli 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Susah Naik Pangkat Peminat Kurang, Samarinda Darurat Guru BK
    Nasional

    Susah Naik Pangkat Peminat Kurang, Samarinda Darurat Guru BK

    LarasBy LarasJuni 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti kurangnya jumlah guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah-sekolah di Samarinda.

    Idealnya guru BK 1:150 siswa. Standar rasio jumlah guru BK terhadap jumlah siswa di sekolah ini kerap kali luput. Bahkan menurut politikus Golkar itu, saat ini Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain.

    “Seharusnya ada perbandingan yang pas antara jumlah guru BK dan siswa di sekolah. Namun, kita masih jauh di bawah standar negara-negara lain,” ujarnya dalam Podcast Kupas Tuntas di S Caffe, Sabtu (29/6/2027).

    Ia melanjutkan bahwa guru BK sering kali tidak mendapatkan pengakuan atau dihargai sesuai peran mereka yang sebenarnya. Masyarakat masih memiliki persepsi negatif terhadap guru BK dan menganggap mereka hanya bertugas menghukum siswa atau melaporkan ke orang tua.

    Padahal, guru BK memiliki peran penting dalam menangani kasus kekerasan, mengembangkan kreativitas siswa dan menangani berbagai masalah lain di sekolah.

    “Guru BK sering kali memiliki imej buruk, dianggap hanya menghukum atau melaporkan siswa. Padahal, mereka memiliki peran penting dalam menangani berbagai kasus di sekolah,” jelasnya.

    Selain itu, tugas guru BK memerlukan pendidikan dan kompetensi khusus yang tidak bisa dilakukan oleh semua guru atau wali kelas. Guru BK harus tetap profesional meskipun tugas mereka banyak dan kompleks. Namun, mereka sering kali tidak mendapatkan tunjangan atau kesulitan naik pangkat karena dianggap tidak mengajar.

    “Guru BK memerlukan pendidikan tersendiri, dan mereka harus dihargai meskipun tidak mengajar. Banyak dari mereka kesulitan naik pangkat karena dianggap tidak memenuhi syarat mengajar,” tambah Hetifah.

    Dia juga menyoroti rendahnya minat orang untuk menjadi guru BK. Ia menegaskan perlunya solusi untuk meningkatkan minat dan kebanggaan menjadi guru BK.

    Banyak psikolog yang mengambil alih peran guru BK, padahal fungsi keduanya berbeda. Guru BK lebih banyak berperan sebagai teman siswa di sekolah dan merujuk siswa ke psikolog jika ada masalah psikologis yang serius.

    “Kita perlu mencari solusi agar lebih banyak orang tertarik menjadi guru BK dan agar mereka bangga dengan profesi ini. Guru BK dan psikolog memiliki fungsi yang berbeda, dan keduanya penting dalam mendukung siswa,” tutupnya.

    Menurutnya, masalah kurangnya guru BK di Samarinda perlu segera diatasi agar siswa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang secara optimal.

    Dengan memperbaiki rasio guru BK terhadap siswa dan meningkatkan pengakuan serta apresiasi terhadap peran guru BK, diharapkan kualitas pendidikan di Samarinda dapat meningkat.

    Guru Bk Hetifah Sjaifudian Wakil Ketua Komisi X DPR RI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Hetifah: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Kebijakan Hadapi Ketidakpastian Global

    Juni 27, 2026

    Partisipasi Aktif Pelaku Usaha Kaltim, Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    Juni 26, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BPS Kaltim Perbarui Potensi Ekonomi Lewat Sensus Ekonomi 2026

    R’syaJuli 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026…

    DPRD Desak Pendataan Ulang Konsesi Tambang, Kepastian Hak Tanah Warga Tak Boleh Diabaikan

    Juli 3, 2026

    Rawan Jadi Lokasi Bunuh Diri, DPRD Desak Pemasangan Pagar Pengaman di Jembatan Mahakam

    Juli 3, 2026

    Disiplin Berlatih Berbuah Prestasi, Atlet Cilik Taekwondo Samarinda Terus Ukir Pencapaian

    Juli 3, 2026

    Anggaran Pariwisata Samarinda Mengenaskan, Komisi II DPRD Usul Pemisahan OPD

    Juli 3, 2026
    1 2 3 … 3,189 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.