Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Sulit Tahan Nafsu Konsumtif, Financial Expert Bagi Solusinya
    Artikel

    Sulit Tahan Nafsu Konsumtif, Financial Expert Bagi Solusinya

    LarasBy LarasJanuari 13, 2025Updated:Januari 13, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Founder Finansialku.com Melvin Mumpuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Generasi Z atau generasi yang lahir pada 1997-2012 dinobatkan sebagai generasi paling konsumtif, dengan gaya hidup yang kerap melebihi kemampuan finansial.

    Sebagai Gen Z ataupun orang yang punya bakat boros tapi bukan lahir dari keluarga sultan, apakah anda ingin mengendalikan dorongan belanja tanpa harus merasa tersiksa?

    Seorang financial expert atau ahli keuangan menawarkan solusi praktis yang mudah diterapkan tanpa perlu membuat dompet “menjerit.” Apa rahasianya?

    Dalam Podcast Suara Berkelas Episode 14 berjudul “Harusnya Mindset Keuangan Para Sandwich Generation Tuh Gini!”, Founder Finansialku.com sekaligus ahli bidang finansial Melvin Mumpuni menjelaskan terdapat dua cara. Cara finance dan cara non-finance.

    Melalui cara finance, ada istilah budgeting atau membuat budget. Melvin mengibaratkan ini budgeting adalah seorang kiper. Budget yang keluar apakah sesuai kebutuhan atau tidak?

    “Kalau budget segini tapi yang dikeluarkan lebih banyak, kiper tidak bisa melewatkan. Kalau sesuai, berarti bisa. Disesuaikan kebutuhannya dengan kemampuan pengeluarannya,” kata Melvin.

    Budgeting bisa menggunakan metode 50:30:20 atau 50 persen untuk kebutuhan prioritas, seperti makan, kuota, pulsa, bensin, dan sebagainya. 30 persen untuk hiburan, seperti nonton, makan di luar, ngopi. Sedangkan, 20 persen untuk tabungan dan investasi.

    Ada juga yang menetapkan metode 40:30:20:10. Sama halnya seperti di atas, hanya saja kebutuhan prioritas hanya 40 persen dan 10 persen yang terakhir dialokasikan untuk sedekah.

    Untuk solusi secara non-finance, keuangan tidak selalu bisa soal uang itu sendiri. Sebagai ahli keuangan, Melvin sadar, uang tidak keluar dan masuk dengan kakinya sendiri, melainkan ada daya dorong dari manusianya.

    Melvin berpesan agar semua orang berprinsip mindful atau penuh kesadaran untuk mengelola dan menggerakkan uang mereka. Apabila memang memiliki keinginan kuat dalam menghibur diri melalui berbagai aktivitas boros, jangan lakukan tiap hari. Cukup satu kali seminggu agar hasrat boros tidak meronta-ronta.

    “Kalau doyan nonton dari subscribe platform apa misal, jangan. Harus secara sadar nonton cukup sekali seminggu di bioskop, sudah,” tegasnya.

    “Doyan ngopi? Ya tidak masalah. Cuman sadar juga, ngopi tidak harus yang ala cafe kan? Bisa disiasati beli kopi sachet, yang penting kopi,” lanjutnya.

    Tegas Melvin mengingatkan harus ada kemauan untuk menetapkan prioritas. Prioritas adalah kebutuhan yang apabila tidak terpenuhi dapat menyebabkan kerugian dan kesulitan sampai kematian. Selama kebutuhan yang padahal itu hanya keinginan semata, tetapi tidak mengakibatkan kerugian, kesulitan dan kematian, maka bukan prioritas.

    “Jadi kita bukan diatur tapi kita yang mengatur. Jangan ikut-ikutan. Kita punya kuasa atas kebutuhan kita tanpa ikut tren,” tukasnya.

    Financial Expert Gen Z Keuangan Melvin Mumpuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.