Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    Oktober 4, 2026

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Soal Wacana Interpelasi ke Jaang, DPRD Samarinda Disebut Tak Punya Keberanian
    DPRD Samarinda

    Soal Wacana Interpelasi ke Jaang, DPRD Samarinda Disebut Tak Punya Keberanian

    AdminBy AdminJanuari 23, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter: Nada – Editor: Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Hak interpelasi yang direncanakan oleh beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda minim dukungan dari sejumlah fraksi.

    Hal ini sudah diprediksi sejak awal oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah.

    Ia mengatakan wacana interpelasi ini mudah digembosi.

    “Ibarat bunga yang layu sebelum berkembang, kalah sebelum bertanding. Ini yang saya khawatirkan, jangan sampai wacana interpelasi ini hanya dijadikan alat tawar menawar saja,” ungkapnya yang dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (22/1/2020) kemarin.

    Menurut Castro, sapaannya, kalau memang anggota DPRD punya keseriusan mengajukan hak interpelasi, secara teknis tidak terlalu sulit.

    “Mengacu pada ketentuan Pasal 167 ayat (1) huruf b UU 23/2014, maka cukup diajukan 7 orang dari 45 anggota DPRD, dan lebih dari satu fraksi,” terangnya.

    PDIP sendiri sebagai partai asal pengusul interpelasi ini, memiliki 8 orang anggota.

    “Lebih dari cukup. Artinya tinggal mencari 1 orang dari fraksi lain. Hanya memang, nampaknya ‘hak interpelasi’ ini masih tabu dalam dinamika politik di daerah,” sindirnya.

    Ia menegaskan bahwa hal itu mengkonfirmasi kalau pengawasan selama ini memang tidak berjalan.

    “Seperti pisau yang tak pernah diasah, jadi tumpul. Padahal substansi interpelasi ini kan untuk meminta keterangan walikota terkait kebijakan penanganan banjir yang selama ini dianggap tidak berhasil,” lugasnya.

    Ia berujar, nyali DPRD ciut karena besaran anggaran banjir dalam APBD itu.

    “Karena buah kesepakatan bersama antara DPRD dan walikota kan, makanya begitu,” tambahnya.

    Menurut Castro, usulan interpelasi ini sudah tepat bukan terlalu dini, tetapi DPRD lah yang terlalu lamban.

    “Mereka tidak punya keberanian yang cukup untuk lebih serius mengajukan interpelasi, yang notabenenya memang bagian dari metode pengawasannya. Soal masa jabatan yang singkat, itu bukan alasan yang rasional. Mestinya mereka berpikir, akan meninggalkan legacy bagi dinamika pengawasan DPRD kedepannya, kalau hak interpelasi itu diajukan. Apalagi waktunya juga nggak panjang, 2-3 bulan saya rasa cukup, asal serius dikerjakan,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026

    Parkir Berlangganan Samarinda Belum Siap, DPRD Soroti Sistem dan Target Rp200 Miliar

    September 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Keluhan BBM Berulang, Pemprov Kaltim Akan Turun Pantau Distribusi

    AminahOktober 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Timur (Kaltim) belum sepenuhnya…

    Penumpang Angkutan Kaltim Turun, Pergerakan Udara Domestik Susut Hampir 15 Persen

    Oktober 4, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    1 2 3 … 3,373 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.