Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Andi Harun Soroti Temuan BPK Berulang, Dorong Sistem APBD Terintegrasi

    September 3, 2026

    Bukan Sekadar Penghargaan, Andi Harun Ingin ASN Award Bentuk Budaya Kinerja

    September 3, 2026

    Tarik Ulur Cabor Berakhir, Porprov Kaltim VIII Tetapkan 59 Cabor

    September 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»SMAN 16 Samarinda Jadikan Kunjungan Delegasi Korsel sebagai Ajang Belajar Nyata
    Pendidikan

    SMAN 16 Samarinda Jadikan Kunjungan Delegasi Korsel sebagai Ajang Belajar Nyata

    AminahBy AminahJuli 28, 2025Updated:Juli 28, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kunjungan delegasi Korea Selatan ke SMA Negeri 16 Samarinda dalam rangka East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 bukan hanya menjadi panggung pertunjukan budaya semata.

    Di balik kemeriahan tarian, permainan tradisional, dan sajian kuliner lokal, pihak sekolah memanfaatkan momen ini sebagai media pembelajaran lintas budaya yang hidup dan aplikatif bagi para siswa.

    Teks: Kepala SMA Negeri 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahruddin

    Kepala SMA Negeri 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahruddin, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak jauh hari melalui koordinasi intensif dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.

    Tujuannya bukan sekadar menampilkan pertunjukan, tapi juga memastikan setiap elemen kegiatan memiliki nilai edukatif.

    “Kita bukan hanya menyambut tamu, tapi mempersiapkan anak-anak untuk belajar langsung bagaimana sikap, kerja sama, kedisiplinan, dan kesiapan saat berinteraksi dengan tamu dari luar negeri,” ujar Abdul Rozak usai menerima kunjungan delegasi, Senin 28 Juli 2025.

    Panitia sekolah merancang seluruh agenda dengan serius, mulai dari penataan jadwal, urutan penampilan seni, hingga logistik dan penyambutan. Menurut Abdul Rozak, kegiatan ini telah menjadi laboratorium nyata bagi siswa dalam mengasah karakter, kreativitas, dan keterampilan berkomunikasi, khususnya dalam bahasa asing.

    “Anak-anak tampil sebagai MC, penari, pemandu permainan tradisional, bahkan menyajikan makanan khas daerah. Semua itu bukan sekadar acara, tapi bagian dari proses pembelajaran,” jelasnya.

    Beberapa siswa menunjukkan kebolehannya dalam menyambut tamu menggunakan bahasa Korea dan Inggris. Kegiatan juga diisi dengan pertunjukan tari Jepen, permainan bakiak, balogo, hingga sajian aneka jajanan lokal seperti cendol, kue cincin, dan ilat sapi.

    Antusiasme para siswa terlihat sejak pagi hari. Mereka telah berbaris menyambut delegasi sejak pukul 9, dengan pakaian adat yang dikenakan oleh guru dan beberapa siswa.

    Kegiatan semacam ini telah menjadi bagian dari tradisi globalisasi pendidikan di SMAN 16 Samarinda. Tahun lalu, sekolah ini menerima tamu dari Jerman, dan beberapa bulan lalu dari Filipina yang bahkan tinggal selama hampir 20 hari untuk program pengajaran bersama.

    “Kami sudah membentuk kelas berbasis minat dan globalisasi seperti bahasa Inggris, hospitality, dan olahraga. Jadi ketika ada tamu asing datang, siswa punya ruang untuk menampilkan diri sekaligus belajar langsung,” tutur Abdul Rozak.

    Ia berharap pertemuan budaya seperti ini terus didukung oleh berbagai pihak, karena manfaatnya sangat besar bagi pembangunan karakter siswa dan kesiapan mereka menghadapi dunia global.

    “Kalau biasanya anak-anak cuma lihat budaya asing lewat layar, hari ini mereka bisa ketemu langsung, berdialog, bahkan menari bersama. Di sinilah budaya itu hidup dan pembelajaran jadi nyata,” pungkasnya.

    Abdul Rozak Fahruddin EBIFF 2025 SMAN 16 Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Wawali Dorong Pelatihan Vokasi Jadi Alternatif Pendidikan bagi Pemuda

    September 2, 2026

    Distribusi Seragam Gratis di Kaltim Ditargetkan Rampung Awal Oktober

    September 1, 2026

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Andi Harun Soroti Temuan BPK Berulang, Dorong Sistem APBD Terintegrasi

    Andika SaputraSeptember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong pembenahan sistem pengelolaan pemerintahan melalui Corporate…

    Bukan Sekadar Penghargaan, Andi Harun Ingin ASN Award Bentuk Budaya Kinerja

    September 3, 2026

    Tarik Ulur Cabor Berakhir, Porprov Kaltim VIII Tetapkan 59 Cabor

    September 3, 2026

    Kualitas Udara Samarinda Tembus 100, Pemkot Belum Liburkan Sekolah

    September 3, 2026

    Sehat Tak Cukup dengan Olahraga, Udara yang Dihirup Juga Harus Dijaga

    September 3, 2026
    1 2 3 … 3,317 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.