Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pengalihan 49 Ribu Peserta JKN, Dinkes Samarinda Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

    April 15, 2026

    Labkesda Samarinda Terbaik Se-Indonesia, Puskesmas BLUD Dominasi Layanan Publik

    April 15, 2026

    28 BLUD Kesehatan Terbentuk, Dinkes Samarinda Perkuat Layanan Publik

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pasuruan»Si Bang Jali: Menghidupkan Arsip Kolonial Menjadi Ruang Belajar Generasi Pasuruan
    Pasuruan

    Si Bang Jali: Menghidupkan Arsip Kolonial Menjadi Ruang Belajar Generasi Pasuruan

    Rahmat FGBy Rahmat FGNovember 28, 2025Updated:Februari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kondisi Diskusi Bareng dalam Gedung Harmoni Kora Pasuruan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Pasuruan — Sejarah Kota Pasuruan tak lagi hanya tersimpan dalam lembaran arsip kolonial yang berdebu. Melalui program Si Bang Jali (Sinau Bareng dan Jagongan Literasi), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Pasuruan menghadirkan kembali memori kota ke ruang publik dan ruang belajar generasi muda.

    Kegiatan yang digelar di Gedung Harmonie pada Jumat, 28 November 2025 itu diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah se-Kota Pasuruan, komunitas budaya, serta para sejarawan dan akademisi lintas kampus. Visualisasi peta lama, foto arsip, dan lanskap kawasan heritage Pasuruan ditampilkan sebagai latar utama membawa peserta seolah menyusuri kembali Pasuruan di era kolonial.

    Sejumlah narasumber nasional dihadirkan dalam forum tersebut, di antaranya Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Malang Prof Dr Joko Sayono, Guru Besar Literasi Kolonial sekaligus Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur Prof Dr Wishnu, Pakar Epigrafi, Ismail Lutfi serta akademisi Universitas Negeri Surabaya Mohammad Refi Omar Ar Razy. Penulis kajian tentang Kawasan Elit Eropa Kota Pasuruan periode 1918–1942, Muhammad I’mad Hamdy.

    Para pemateri membedah transformasi Kota Pasuruan pada masa Gemeente Pasoreoan termasuk pola pemukiman kolonial seperti Eropeesche Wijk, kawasan Pecinan, kampung Arab, serta pemukiman kaum priyayi dan pribumi. Materi yang ditampilkan tak hanya berupa narasi, tetapi juga berbasis arsip foto dan peta tata kota lama yang jarang tersentuh ruang kelas formal.

    Kepala Dispendikbud Kota Pasuruan, Lucky Danardono menyebut, Si Bang Jali sebagai ikhtiar menghubungkan generasi muda dengan akar sejarah kotanya.

    “Sejarah kota tidak boleh berhenti di rak arsip. Ia harus menjadi pengetahuan hidup yang dipahami generasi muda, karena di sanalah identitas dibangun,” ujar Lucky saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

    Kabid Kebudayaan Dispendikbud, Agus Budi Darmawan menegaskan, Si Bang Jali tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang penguatan literasi sejarah lokal.

    “Kawasan heritage Pasuruan adalah ruang belajar terbuka. Tugas kami memastikan narasi sejarahnya disampaikan secara relevan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan pelajar,” jelasnya.

    Respons positif juga datang dari para peserta. Sejumlah pelajar mengaku baru mengetahui struktur sosial dan tata ruang Pasuruan di masa kolonial selama mengikuti forum ini. Bagi mereka, sejarah yang selama ini hanya dipelajari lewat buku pelajaran kini terasa lebih hidup dan mudah dipahami.

    Para budayawan yang hadir pun memandang Si Bang Jali sebagai ruang penting memutus jarak antara generasi muda dan sejarah kotanya. Mereka menilai kegiatan semacam ini perlu digelar secara rutin agar sejarah tidak eksklusif hanya milik akademisi, tetapi menjadi milik warga Pasuruan.

    Dengan konsep dialogis dan terbuka, Si Bang Jali 2025 menegaskan bahwa literasi sejarah tidak harus akademis dan kaku. Arsip kolonial, jika dikelola dengan tepat, justru bisa menjadi jembatan untuk menumbuhkan kesadaran identitas kolektif masyarakat kota.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    DPRD dan Kejari Pasuruan Perkuat Sinergi Hukum Demi Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel

    Maret 3, 2026

    Udeng dan Kaweng Tengger Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional

    Februari 27, 2026

    Selama Ramadan, Wali Kota Pasuruan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali

    Februari 20, 2026

    RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre, Layanan Bedah Kian Aman dan Terintegrasi

    Februari 19, 2026

    Jelang Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Kebersamaan

    Februari 18, 2026

    Sambut Ramadan dan Hari Jadi Kota, Dispendikbud Pasuruan Gelar Lomba Mewarnai Anak TK

    Februari 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pengalihan 49 Ribu Peserta JKN, Dinkes Samarinda Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

    Ratu ArifanzaApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota Samarinda masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi terkait rencana pengalihan sekitar…

    Labkesda Samarinda Terbaik Se-Indonesia, Puskesmas BLUD Dominasi Layanan Publik

    April 15, 2026

    28 BLUD Kesehatan Terbentuk, Dinkes Samarinda Perkuat Layanan Publik

    April 15, 2026

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    April 15, 2026

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,057 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.