Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Sempat Ditawar Pengusaha, Bejo Asal Samarinda Ini Akhirnya Dipilih Jadi Kurban Presiden
    Samarinda

    Sempat Ditawar Pengusaha, Bejo Asal Samarinda Ini Akhirnya Dipilih Jadi Kurban Presiden

    AminahBy AminahMei 24, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Bejo, sapi berbobot 1,07 ton asal Samarinda terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk Iduladha 1447 H. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Seekor sapi jumbo berbobot lebih dari satu ton milik peternak asal Kelurahan Tanah Merah, Kota Samarinda, terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

    Sapi jenis Brahman Cross silangan simental itu diberi nama Bejo oleh pemiliknya Mujianto peternak sapi sekaligus Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI Borneo).

    Mujianto mengaku tidak pernah menyangka sapinya akan dipilih menjadi hewan kurban presiden. Bahkan sehari sebelum dihubungi Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, sapi tersebut sempat ditawar pengusaha dengan harga lebih tinggi.

    “Alhamdulillah saya ucapkan puji syukur kepada Allah. Saya juga tidak pernah menyangka kalau terpilih jadi sapi presiden,” ujarnya saat ditemui di kandang, Minggu, 24 Mei 2026.

    Ia menceritakan, sehari sebelum menerima telepon dari dinas, Bejo hampir saja dilepas ke pembeli lain. Namun rencana itu dibatalkan setelah mendapat informasi bahwa Presiden membutuhkan sapi berbobot di atas satu ton.

    Mujianto mengaku langsung menyetujui permintaan tersebut dan memilih mengikuti ketentuan pemerintah terkait harga pembelian sapi kurban bantuan presiden.

    “Kalau saya masalah harga ya menyesuaikan saja. Karena ini dibutuhkan oleh Bapak Presiden, saya ngikuti aturan yang ada,” ucapnya.

    Dirawat Lima Tahun, Sempat Sulit Adaptasi

    Bejo diketahui berasal dari Sulawesi dengan bobot awal sekitar 900 kilogram sebelum akhirnya dipelihara di Samarinda selama kurang lebih lima tahun.

    Namun proses perawatan sapi tersebut tidak berjalan mudah. Mujianto mengaku sempat frustrasi karena Bejo sulit beradaptasi setelah tiba di kandangnya.

    “Datang di sini satu minggu itu enggak mau makan. Berdiri terus. Makan enggak mau, minum enggak mau. Sampai selama tiga bulan saya kayak orang frustrasi,” ungkapnya.

    Ia bahkan mencoba berbagai cara agar sapi tersebut mau makan, mulai dari memberikan ampas tahu, batang pisang hingga singkong. Namun hasilnya tetap minim.

    “Tulang iganya kelihatan waktu itu ngedrop sekali. Tapi alhamdulillah semua ada hikmahnya. Dari kesabaran akhirnya berbuah Bejo yang sekarang lagi viral,” katanya.

    Nama Bejo sendiri dipilih sebagai simbol harapan keberuntungan. Ia sejak awal berharap sapi itu suatu hari bisa menjadi hewan kurban istimewa.

    “Kalau memang nanti kamu bisa menjadi sapi kurban ada cita-cita sih waktu itu. Makanya saya kasih nama Bejo. Mudah-mudahan membawa keberuntungan,” ujarnya.

    Perawatan Khusus dan Pakan Fermentasi

    Sebagai sapi berbobot jumbo, Bejo mendapat perhatian khusus terutama pada kesehatan kaki, kestabilan tubuh, dan kebersihan kandang.

    Seluruh sapi di kandangnya diperlakukan sama, namun sapi berukuran besar membutuhkan pengawasan lebih intensif agar tidak mudah sakit.

    “Kalau sapi besar itu kita harus selalu menjaga kukunya dan kestabilan tubuhnya supaya stabil makan dan tidak mudah sakit,” katanya.

    Ia juga menggunakan pakan berupa konsentrat dan rumput fermentasi untuk mengurangi bau kandang sekaligus menjaga kesehatan ternak.

    “Kenapa rumput difermentasi? Supaya aroma kandang itu tidak menyengat. Karena kandang ini dekat lingkungan masyarakat,” jelasnya.

    Menurutnya, pakan ternak sebagian besar dibudidayakan sendiri untuk memastikan kualitas dan bebas pestisida.

    “Kalau kita tanam sendiri lebih aman. Kita juga bisa panen kapan saja,” ujarnya.

    Selain itu, Bejo rutin mendapat suntikan vitamin setiap satu setengah bulan sekali untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

    “Setiap satu bulan setengah saya kasih vitamin. Saya pakai Cardiofit,” katanya.

    Sudah Tiga Kali Sapi Kandangnya Dipilih untuk Kurban Presiden

    Mujianto menyebut pemilihan Bejo bukan kali pertama sapi dari kandangnya menjadi hewan kurban bantuan presiden. Sebelumnya, dua sapi miliknya juga pernah dipilih pada masa Presiden Joko Widodo.

    “Kalau yang sekarang ini berarti sudah ketiga kali. Pak Jokowi dua kali, sekarang ini,” ungkapnya.

    Saat ini Bejo telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk pengambilan sampel darah, vaksinasi, dan penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebelum dikirim sebagai hewan kurban bantuan presiden.

    Rencananya, sapi tersebut akan disembelih di kawasan Islamic Center Samarinda pada Hari Raya Iduladha mendatang.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Andika SaputraAgustus 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan drainase di kawasan Jalan Pasundan Kota Samarinda dinilai perlu dilanjutkan untuk…

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,304 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.