Insitekaltim, Samarinda – Seekor sapi jumbo berbobot lebih dari satu ton milik peternak asal Kelurahan Tanah Merah, Kota Samarinda, terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Sapi jenis Brahman Cross silangan simental itu diberi nama Bejo oleh pemiliknya Mujianto peternak sapi sekaligus Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI Borneo).
Mujianto mengaku tidak pernah menyangka sapinya akan dipilih menjadi hewan kurban presiden. Bahkan sehari sebelum dihubungi Dinas Peternakan Provinsi Kaltim, sapi tersebut sempat ditawar pengusaha dengan harga lebih tinggi.
“Alhamdulillah saya ucapkan puji syukur kepada Allah. Saya juga tidak pernah menyangka kalau terpilih jadi sapi presiden,” ujarnya saat ditemui di kandang, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menceritakan, sehari sebelum menerima telepon dari dinas, Bejo hampir saja dilepas ke pembeli lain. Namun rencana itu dibatalkan setelah mendapat informasi bahwa Presiden membutuhkan sapi berbobot di atas satu ton.
Mujianto mengaku langsung menyetujui permintaan tersebut dan memilih mengikuti ketentuan pemerintah terkait harga pembelian sapi kurban bantuan presiden.
“Kalau saya masalah harga ya menyesuaikan saja. Karena ini dibutuhkan oleh Bapak Presiden, saya ngikuti aturan yang ada,” ucapnya.
Dirawat Lima Tahun, Sempat Sulit Adaptasi
Bejo diketahui berasal dari Sulawesi dengan bobot awal sekitar 900 kilogram sebelum akhirnya dipelihara di Samarinda selama kurang lebih lima tahun.
Namun proses perawatan sapi tersebut tidak berjalan mudah. Mujianto mengaku sempat frustrasi karena Bejo sulit beradaptasi setelah tiba di kandangnya.
“Datang di sini satu minggu itu enggak mau makan. Berdiri terus. Makan enggak mau, minum enggak mau. Sampai selama tiga bulan saya kayak orang frustrasi,” ungkapnya.
Ia bahkan mencoba berbagai cara agar sapi tersebut mau makan, mulai dari memberikan ampas tahu, batang pisang hingga singkong. Namun hasilnya tetap minim.
“Tulang iganya kelihatan waktu itu ngedrop sekali. Tapi alhamdulillah semua ada hikmahnya. Dari kesabaran akhirnya berbuah Bejo yang sekarang lagi viral,” katanya.
Nama Bejo sendiri dipilih sebagai simbol harapan keberuntungan. Ia sejak awal berharap sapi itu suatu hari bisa menjadi hewan kurban istimewa.
“Kalau memang nanti kamu bisa menjadi sapi kurban ada cita-cita sih waktu itu. Makanya saya kasih nama Bejo. Mudah-mudahan membawa keberuntungan,” ujarnya.
Perawatan Khusus dan Pakan Fermentasi
Sebagai sapi berbobot jumbo, Bejo mendapat perhatian khusus terutama pada kesehatan kaki, kestabilan tubuh, dan kebersihan kandang.
Seluruh sapi di kandangnya diperlakukan sama, namun sapi berukuran besar membutuhkan pengawasan lebih intensif agar tidak mudah sakit.
“Kalau sapi besar itu kita harus selalu menjaga kukunya dan kestabilan tubuhnya supaya stabil makan dan tidak mudah sakit,” katanya.
Ia juga menggunakan pakan berupa konsentrat dan rumput fermentasi untuk mengurangi bau kandang sekaligus menjaga kesehatan ternak.
“Kenapa rumput difermentasi? Supaya aroma kandang itu tidak menyengat. Karena kandang ini dekat lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, pakan ternak sebagian besar dibudidayakan sendiri untuk memastikan kualitas dan bebas pestisida.
“Kalau kita tanam sendiri lebih aman. Kita juga bisa panen kapan saja,” ujarnya.
Selain itu, Bejo rutin mendapat suntikan vitamin setiap satu setengah bulan sekali untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.
“Setiap satu bulan setengah saya kasih vitamin. Saya pakai Cardiofit,” katanya.
Sudah Tiga Kali Sapi Kandangnya Dipilih untuk Kurban Presiden
Mujianto menyebut pemilihan Bejo bukan kali pertama sapi dari kandangnya menjadi hewan kurban bantuan presiden. Sebelumnya, dua sapi miliknya juga pernah dipilih pada masa Presiden Joko Widodo.
“Kalau yang sekarang ini berarti sudah ketiga kali. Pak Jokowi dua kali, sekarang ini,” ungkapnya.
Saat ini Bejo telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, termasuk pengambilan sampel darah, vaksinasi, dan penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebelum dikirim sebagai hewan kurban bantuan presiden.
Rencananya, sapi tersebut akan disembelih di kawasan Islamic Center Samarinda pada Hari Raya Iduladha mendatang.

