Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Seminar Internasional MTQN XXX 2024, Alquran Ajarkan Keharmonisan Beragama
    Samarinda

    Seminar Internasional MTQN XXX 2024, Alquran Ajarkan Keharmonisan Beragama

    LarasBy LarasSeptember 9, 202404 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Narasumber dalam Seminar Internasional Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXX Tahun 2024 di UINSI Samarinda
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Seminar internasional dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXX Tahun 2024 menghadirkan berbagai narasumber interaktif yang mengupas terkait ilmu Alquran.

    Teks: Seminar internasional dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXX Tahun 2024

    Memulai seminar yang bertajuk “Implementasi Nilai Alquran dalam Mewujudkan Perdamaian dan Peradaban Dunia”, Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda Zurqoni mengatakan bahwa Islam adalah agama yang benar di sisi Allah SWT, dengan Alquran sebagai landasan utamanya.

    Alquran merupakan kitab yang paling lengkap dan sempurna serta menjadi petunjuk bagi umat manusia, tanpa terbatas pada umat atau periode tertentu.

    Alquran juga menjadi petunjuk kehidupan yang bersifat universal. Ia menyebut Alquran menjadi penerang hidup, nasihat, sumber informasi, bahkan penyembuh dari berbagai penyakit.

    “Di dalamnya terdapat ajaran soal aqidah, prinsip ibadah, serta tuntunan berakhlak. Alquran juga mendorong umatnya untuk menguasai ilmu pengetahuan,” ujar Zurqoni di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda, Senin (9/9/2024).

    Zurqoni menerangkan Alquran menjadi sumber utama dalam mengajarkan nilai-nilai universal seperti ketaatan pada perintah Allah, penekanan terhadap toleransi, pembebasan perbudakan, hingga peningkatan derajat wanita.

    Dijelaskan Zurqoni bahwa Alquran menyebutkan soal perdamaian sebanyak 157 kali, yang merujuk pada kondisi ketenangan tanpa konflik. Hal ini menandakan Islam merupakan agama yang akan maju paling depan sebagai agama pembawa kedamaian.

    “Nilai-nilai dalam Alquran tidak pernah habis digali dan terus memberikan pesan-pesan kehidupan yang relevan untuk setiap manusia,” kata Zurqoni.

    Di samping itu, Deputi Dewan Faculty of Usuluddin Universitas Islam Sultan Syarif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam Haji Ahmad Baha Bin Haji Mokhtar menyampaikan bahwa harmoni yang merujuk pada Alquran merupakan salah satu ciri utama dari seorang muslim.

    Keharmonisan dalam kehidupan beragama, ia melanjutkan, sangat penting untuk diaplikasikan. Ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW tentang karakteristik seorang muslim yang baik.

    “Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa seorang muslim yang baik adalah dia yang kaum muslimin lainnya selamat dari keburukan lisan dan tangannya,” sebut Ahmad Baha.

    Ini menegaskan bahwa seorang muslim adalah seseorang yang membawa kesejahteraan, keamanan, dan kemakmuran. Islam adalah agama yang paling lekat dengan hal-hal tersebut. Melihat sosok baginda besar Rasulullah, yang menjadi tauladan seluruh manusia di muka bumi ini, mencerminkan betapa harmoninya Nabi Muhammad SAW.

    Ia juga menjelaskan bahwa Islam memiliki makna yang unik dibandingkan dengan agama-agama lain di dunia.

    “Islam berasal dari kata keselamatan. Jika kita rumuskan, Islam itu adalah harmoni yang merupakan sebagian dari Islam itu sendiri. Maka, seorang muslim tidak bisa dipisahkan dari prinsip keharmonisan,” jelasnya.

    Ahmad Baha menyampaikan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk selalu hidup dalam damai dan menjaga kerukunan dengan sesama.

    Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah situasi global saat ini yang sarat dengan konflik dan ketegangan sosial.

    Teks: Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta Nasaruddin Umar

    Di sisi lain, Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta Nasaruddin Umar memaparkan pentingnya dialog lintas agama dalam Islam.

    Ia menceritakan sebuah kisah ketika Rasulullah SAW menerima tamu sebanyak 80 orang dari berbagai agama, termasuk Kristen Ortodoks, Zoroaster dan Yahudi.

    “Rasulullah menerima tamu lintas agama yang dipimpin oleh seorang Kristen Ortodoks. Mereka menunggu Rasulullah menyelesaikan salat sebelum dipersilakan duduk,” ungkap Nasaruddin Umar.

    Setelah selesai salat, Rasulullah SAW mempersilakan tamunya untuk duduk dan menyediakan makanan serta minuman. Salah satu tamu menginterupsi dan mengadu bahwa ia belum melakukan kebaktian.

    Rasulullah kemudian mengizinkannya untuk melakukan kebaktian di sekitar masjid, meskipun ada dua pendapat terkait lokasi pasti pelaksanaan kebaktian tersebut.

    “Kisah ini menunjukkan bahwa nonmuslim yang datang ke masjid adalah hal yang biasa sejak zaman Rasulullah, bahkan untuk melakukan ibadah,” jelasnya.

    Nasaruddin menekankan bahwa dialog adalah hal yang sangat penting dalam Islam, sebagaimana dicontohkan oleh Allah SWT dalam Alquran. Rasulullah pun kerap berdialog, bukan hanya dengan orang dewasa, tetapi juga dengan anak-anak.

    “Setiap kali Rasulullah bertemu dengan anak kecil, beliau selalu mengusap kepalanya. Sekitar 500 orang mengaku dicintai oleh Rasulullah melalui dialog. Jadi, jika ada umat Islam yang melarang dialog, itu berarti mereka tidak mencontoh Rasulullah,” katanya.

    Kemudian, dipaparkan Nasaruddin bahwa Allah SWT juga berdialog dengan ciptaan-Nya yang terjahat, yakni iblis. Setelah kesombongan iblis yang menolak untuk sujud kepada Nabi Adam AS, Allah berdialog dan mempertanyakan keengganan mereka melakukan perintah-Nya.

    Terakhir, Nasaruddin menegaskan apabila seorang muslim enggan untuk berdialog dan bahkan membenci dialog antarumat beragama, maka orang tersebut tidak patuh pada ketentuan Allah SWT dan ingkar pada Alquran serta tidak mengikuti sebagaimana yang telah dicontohkan baginda Rasulullah SAW.

    “Kalau ada orang yang melarang dialog umatnya atau saudara-saudaranya, itu tidak mencontoh sikap Rasulullah dan tidak mencontoh Allah,” tutupnya.

    Seminar Internasional MTQN XXX 2024 Sultan Aji Muhammad Idris UINSI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.