Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Selagi Belum Ada Ketegasan Pemerintah Untuk Mencabut IUP, Maka Masalah Tetap Muncul
    Daerah

    Selagi Belum Ada Ketegasan Pemerintah Untuk Mencabut IUP, Maka Masalah Tetap Muncul

    MartinusBy MartinusJuli 5, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Komite Lawan Perusak Lingkungan gelar aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jl. Gajah Mada Kota Samarinda, Jumat (05/07/2019) sore. Aksi digelar dalam bentuk orasi politik dari berbagai elemen organisasi yang tergabung di dalamnya.

    Aswin menyebutkan aksi yang kami gelar sore ini, merupakan bentuk penyampaian aspirasi terhadap kerusakan lingkungan yang semakin membabi buta di Provinsi Kalimantan Timur dan juga sebagai bentuk tuntutan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.
    “Kegiatan ini merupakan bentuk protes, bahwa kebijakan pemerintah hari ini masih menimbulkan banyak kerusakan di Kaltim, khususnya lingkungan hidup, lahan terbuka hijau dan lahan-lahan produksi masyarakat, dan yang terakhir kemarin lubang tambang kembali memakan korban yang ke-35,” ungkap Aswin Humas aksi pada awak media.
    Ia juga mengkritik keras pemerintah karena tidak membuktikan kebijakan yang dapat berdampak pada lingkungan yang ada di Kalimantan Timur, bahkan menimbulkan korban baru akibat ekploitasi alam yang semakin menjadi-jadi.
    Selagi tidak ada tindakan tegas dari pemerintah untuk mencabut segala ijin-ijin usaha pertambangan maka tidak akan pernah muncul penyelesaian yang sebenarnya,” tambahnya.
     
    Selin itu, Aswin menyebutkan ada 6 tuntutan yang mereka sampaikan dalam aksi ini, antara lain tangkap dan penjarakan pemilik perusahaan yang menyebabkan 35 anak meninggal di lubang tambang, Laksanakan Perda No.8 Tahun 2013 dan PP No. 78 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan jaminan reklamasi pasca tambang,

    “Mencabut ijin usaha pertambangan di Kaltim dan Indonesia, Laksanakan Reformasi Agraria sesuai Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 serta Berikan hak veto rakyat atas pengelolaan sumber daya alam,” tegasnya (Renalt)

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Keluarga Edianto Wongso Laporkan Dokter RSUD AWS ke Polisi Dugaan Kelalaian Medis

    Oktober 7, 2026

    PUPR Kaltim Sepakat Cabut Patok di Lahan Warga Jalan Kurnia Makmur dan Blitar

    Oktober 5, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026

    Sengketa Lahan di Samarinda Seberang, Dokumen Era 1990-an Kembali Dipersoalkan

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    AminahOktober 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kesiapan sistem drainase menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi banjir di…

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026
    1 2 3 … 3,380 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.