Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Usai Revitalisasi Pasar Pagi Sistem Klaster Kios, Belum Mampu Tarik Pengunjung Secara Merata

    July 31, 2026

    Sekolah Rakyat Samarinda Dibuka, Pengaman Tangga hingga Pengelolaan Limbah Belum Tuntas

    July 31, 2026

    Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan

    July 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Sekolah Rakyat Samarinda Dibuka, Pengaman Tangga hingga Pengelolaan Limbah Belum Tuntas
    Pendidikan

    Sekolah Rakyat Samarinda Dibuka, Pengaman Tangga hingga Pengelolaan Limbah Belum Tuntas

    SittiBy SittiJuly 31, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekda Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti saat meninjau pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Palaran, Jumat, 31/7/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Palaran telah siap digunakan setelah rampung dibangun hanya dalam waktu sekitar lima bulan. Namun, sejumlah aspek keselamatan bagi peserta didik masih menjadi catatan yang diminta segera disempurnakan sebelum aktivitas belajar mengajar berjalan penuh.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, mengatakan secara umum kualitas bangunan sudah baik. Kendati demikian, ia menemukan beberapa titik yang berpotensi membahayakan anak-anak jika tidak segera dilengkapi dengan perangkat pengaman.

    “Ya kalau gedung Alhamdulillah dalam waktu singkat lima bulan sudah selesai dari awal sampai finishing dan siap digunakan. Cuma dari pemerintah kota, saya khususnya, ada sedikit catatan terkait keselamatan anak,” kata Neneng usai meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat, 31 Juli 2026.

    Area tangga menjadi perhatian utama. Ia meminta pengelola memasang pengaman di beberapa titik, termasuk pada bagian lantai dua yang langsung mengarah ke bawah serta bagian bawah tangga agar tidak membahayakan siswa yang beraktivitas.

    “Misalnya di tangga, kemudian di lantai dua yang langsung ke bawah itu perlu pengamanan. Di bawah tangga juga seharusnya ada lis dengan warna yang berbeda supaya anak-anak yang berlari tidak terbentur. Namanya juga anak-anak, mereka bisa saja berlari atau saling dorong,” ujarnya.

    Selain infrastruktur, persoalan pengelolaan kawasan setelah sekolah mulai beroperasi, terutama terkait sampah dan limbah. Menurutnya, operasional sekolah berasrama membutuhkan sistem pengelolaan lingkungan yang jelas sehingga diperlukan koordinasi lintas pemerintah.

    Pemerintah Kota Samarinda akan duduk bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Sosial untuk menyusun pembagian tanggung jawab melalui nota kesepahaman.

    “Setelah beroperasional pasti ada penanganan sampah dan air limbah. Itu yang perlu kita duduk bersama antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan kementerian. Nanti kita buat semacam MoU untuk pengelolaannya,” katanya.

    Di sisi lain, konsep MPLS di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya, orientasi tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama dan lingkungan sosial baru.

    Ia mengapresiasi kerja para guru dan tenaga kependidikan yang selama setahun terakhir telah membina siswa di sekolah rintisan hingga kini memasuki fasilitas permanen.

    “Saya salut kepada kepala sekolah dan seluruh guru yang sudah membina anak-anak. Ini bukan sekadar mengenalkan sekolah, tetapi juga mengenalkan lingkungan baru karena mereka sekarang berpindah ke fasilitas yang berbeda dan jauh lebih lengkap,” tuturnya.

    Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang besar bagi keluarga kurang mampu untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, tempat tinggal hingga konsumsi, ditanggung pemerintah sehingga orang tua tidak lagi dibebani biaya sekolah.

    “Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat. Program ini luar biasa karena bukan hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Mungkin hasilnya tidak terasa sekarang, tetapi 15 sampai 25 tahun ke depan kita berharap akan lahir generasi yang mampu menjadi pemimpin dari sekolah ini,” pungkasnya.

     

    Neneng Chamelia Santi Pemkot Samarinda Sekda Samarinda Sekolah Rakyat
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Anak Putus Sekolah hingga Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat, MPLS Dua Pekan Dimulai

    July 31, 2026

    Jaga Kesehatan Fiskal Samarinda, Andi Harun Pilih Efisiensi Ketimbang Utang

    July 30, 2026

    Sekolah Gratis Belum Menjamin Anak Bertahan di Bangku Sekolah

    July 30, 2026

    Dinsos Kaltim Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah

    July 29, 2026

    Kemitraan Enam Tahun dengan Australia Berbuah Apresiasi untuk SD Fastabiqul Khairat

    July 29, 2026

    Pendaftar Pesantren di Kaltim Menurun, Kemenag Singgung Dampak Rentetan Kasus Kekerasan

    July 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    You must be logged in to post a comment.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Usai Revitalisasi Pasar Pagi Sistem Klaster Kios, Belum Mampu Tarik Pengunjung Secara Merata

    Nur AjijahJuly 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penataan kios berbasis klaster di gedung Pasar Pagi yang baru direvitalisasi, menjadi…

    Sekolah Rakyat Samarinda Dibuka, Pengaman Tangga hingga Pengelolaan Limbah Belum Tuntas

    July 31, 2026

    Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan

    July 31, 2026

    Warga Diminta Segera Melapor Bila Muncul Riwayat Pemeriksaan Tak Dikenal di Satu Sehat

    July 31, 2026

    Anak Putus Sekolah hingga Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat, MPLS Dua Pekan Dimulai

    July 31, 2026
    1 2 3 … 3,249 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.