Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    September 18, 2026

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Sekolah Rakyat Samarinda Dibuka, Pengaman Tangga hingga Pengelolaan Limbah Belum Tuntas
    Pendidikan

    Sekolah Rakyat Samarinda Dibuka, Pengaman Tangga hingga Pengelolaan Limbah Belum Tuntas

    AminahBy AminahJuli 31, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekda Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti saat meninjau pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Palaran, Jumat, 31/7/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Palaran telah siap digunakan setelah rampung dibangun hanya dalam waktu sekitar lima bulan. Namun, sejumlah aspek keselamatan bagi peserta didik masih menjadi catatan yang diminta segera disempurnakan sebelum aktivitas belajar mengajar berjalan penuh.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti, mengatakan secara umum kualitas bangunan sudah baik. Kendati demikian, ia menemukan beberapa titik yang berpotensi membahayakan anak-anak jika tidak segera dilengkapi dengan perangkat pengaman.

    “Ya kalau gedung Alhamdulillah dalam waktu singkat lima bulan sudah selesai dari awal sampai finishing dan siap digunakan. Cuma dari pemerintah kota, saya khususnya, ada sedikit catatan terkait keselamatan anak,” kata Neneng usai meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat, 31 Juli 2026.

    Area tangga menjadi perhatian utama. Ia meminta pengelola memasang pengaman di beberapa titik, termasuk pada bagian lantai dua yang langsung mengarah ke bawah serta bagian bawah tangga agar tidak membahayakan siswa yang beraktivitas.

    “Misalnya di tangga, kemudian di lantai dua yang langsung ke bawah itu perlu pengamanan. Di bawah tangga juga seharusnya ada lis dengan warna yang berbeda supaya anak-anak yang berlari tidak terbentur. Namanya juga anak-anak, mereka bisa saja berlari atau saling dorong,” ujarnya.

    Selain infrastruktur, persoalan pengelolaan kawasan setelah sekolah mulai beroperasi, terutama terkait sampah dan limbah. Menurutnya, operasional sekolah berasrama membutuhkan sistem pengelolaan lingkungan yang jelas sehingga diperlukan koordinasi lintas pemerintah.

    Pemerintah Kota Samarinda akan duduk bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian Sosial untuk menyusun pembagian tanggung jawab melalui nota kesepahaman.

    “Setelah beroperasional pasti ada penanganan sampah dan air limbah. Itu yang perlu kita duduk bersama antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan kementerian. Nanti kita buat semacam MoU untuk pengelolaannya,” katanya.

    Di sisi lain, konsep MPLS di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya, orientasi tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama dan lingkungan sosial baru.

    Ia mengapresiasi kerja para guru dan tenaga kependidikan yang selama setahun terakhir telah membina siswa di sekolah rintisan hingga kini memasuki fasilitas permanen.

    “Saya salut kepada kepala sekolah dan seluruh guru yang sudah membina anak-anak. Ini bukan sekadar mengenalkan sekolah, tetapi juga mengenalkan lingkungan baru karena mereka sekarang berpindah ke fasilitas yang berbeda dan jauh lebih lengkap,” tuturnya.

    Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang besar bagi keluarga kurang mampu untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, tempat tinggal hingga konsumsi, ditanggung pemerintah sehingga orang tua tidak lagi dibebani biaya sekolah.

    “Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat. Program ini luar biasa karena bukan hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Mungkin hasilnya tidak terasa sekarang, tetapi 15 sampai 25 tahun ke depan kita berharap akan lahir generasi yang mampu menjadi pemimpin dari sekolah ini,” pungkasnya.

     

    Neneng Chamelia Santi Pemkot Samarinda Sekda Samarinda Sekolah Rakyat
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Kaltim Kekurangan Jutaan Judul Buku untuk Capai Rasio Ideal Perpusnas

    September 18, 2026

    Kemendikdasmen Perkuat Layanan Pendidikan Anak Indonesia di Malaysia dan Luar Negeri

    September 18, 2026

    Belanja Online Jadi Tantangan, Pemkot Ingin Hidupkan Kembali Pasar Pagi Samarinda

    September 17, 2026

    Kabut Asap Tebal, Sekolah di Samarinda Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

    September 17, 2026

    Kabut Asap Makin Parah, Sekolah Samarinda Beralih ke PJJ Mulai Hari Ini

    September 17, 2026

    Karhutla Belum Reda, Sekolah di Kubar dan Mahulu Masih Perpanjang Belajar dari Rumah

    September 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RKAB dan Ekspor Tambang Diambil Pusat, Bisnis Perusda Kaltim Ikut Tertekan

    AminahSeptember 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan pemerintah pusat dalam mengatur produksi dan ekspor komoditas tambang mulai berdampak…

    DPRD Kaltim Minta Penjelasan PLN soal Pemadaman dan Gangguan Empat Pembangkit

    September 18, 2026

    Udara Samarinda Memburuk, 3.000 Masker Demokrat Ludes Kurang dari 30 Menit

    September 18, 2026

    Porprov Kaltim 2026 Batasi Usia Atlet 30 Tahun, Larang Peraih Emas PON Tampil

    September 18, 2026

    Kaltim Kekurangan Jutaan Judul Buku untuk Capai Rasio Ideal Perpusnas

    September 18, 2026
    1 2 3 … 3,349 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.