Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Narkotika hingga Kejahatan Investasi

    September 3, 2026

    Antisipasi Tribun Penuh, Borneo FC Terapkan Nomor Kursi di Stadion Segiri

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Sekolah Gratis Belum Menjawab Masalah, Disdikbud Kaltim Soroti Anak Putus Sekolah dan Rendahnya Kualitas Pendidikan
    Pendidikan

    Sekolah Gratis Belum Menjawab Masalah, Disdikbud Kaltim Soroti Anak Putus Sekolah dan Rendahnya Kualitas Pendidikan

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 14, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin, bersama Kabid SMP Disdikbud Kota Samarinda Muhammad Wahidudin, Direktur Polnes Ahyar Muhammad Diyah, serta Presiden BEM Polnes Muhammad Zaki (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan sekolah gratis di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan pendidikan, terbukti dari masih ditemukannya anak yang tidak bersekolah serta rendahnya capaian kualitas belajar.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbu) Kaltim Armin mengatakan, persoalan pendidikan tidak bisa hanya dilihat dari sisi kebijakan, tetapi harus diukur dari hasil nyata di lapangan.

    “Kebijakan itu dilihat dari implementasinya. Kalau sekolah sudah gratis, mestinya tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Kalau masih ada, berarti ada yang salah,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

    Menurutnya, fakta masih adanya anak yang tidak mengenyam pendidikan menunjukkan hambatan tidak hanya soal biaya. Ia menyebut faktor lain seperti peran orang tua, keterbatasan akses, hingga perlunya intervensi khusus dari pemerintah.

    “Kalau masih ada anak tidak sekolah, cari tahu di mana masalahnya. Apakah orang tuanya, aksesnya, atau perlu intervensi lain,” tegasnya.

    Armin bahkan mendorong agar persoalan tersebut dikritisi secara terbuka, termasuk oleh kalangan mahasiswa, sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem pendidikan.

    Selain itu, ketimpangan antara besarnya anggaran pendidikan dengan kualitas yang dihasilkan. Meski anggaran pendidikan di Kaltim mencapai triliunan rupiah, sebagian besar masih terserap untuk belanja pegawai.

    “Anggaran besar tapi sebagian besar habis untuk belanja pegawai. Ini harus diimbangi dengan kualitas,” katanya.

    Kinerja guru juga menjadi perhatian. Menurut Armin, berbagai tunjangan yang telah diberikan seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pengajaran.

    “Guru kita sudah mendapat gaji, sertifikasi, dan insentif. Harusnya kualitas juga meningkat. Ini yang perlu kita evaluasi bersama,” tuturnya.

    Ia mengungkapkan, hasil Tes Kompetensi Akademik (TK) menunjukkan capaian yang masih rendah, khususnya pada mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris.

    “Nilai matematika kita masih di angka 30-an dari 100. Bahasa Inggris juga rendah. Ini jadi tantangan besar,” ungkapnya.

    Di sisi lain, pemerintah terus berupaya meningkatkan akses pendidikan melalui berbagai langkah, seperti sistem jemput bola dan penyediaan asrama bagi siswa di daerah terpencil.

    “Kami tidak boleh membiarkan anak tidak sekolah. Sekolah harus menjemput mereka, termasuk di daerah remote,” jelasnya.

    Armin juga mencontohkan praktik di negara lain seperti Australia, di mana guru secara aktif mendatangi wilayah terpencil untuk memberikan layanan pendidikan.

    Ke depan, Disdikbud Kaltim berencana memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, pembenahan manajemen sekolah, serta pengembangan sekolah unggulan berstandar global.

    “Kita ingin menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing global. Itu tujuan utama pendidikan kita,” tegasnya.

    Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar, khususnya di sekolah menengah kejuruan (SMK).

    “Kami butuh guru, terutama di SMK. Ini peluang bagi mahasiswa untuk ikut terlibat, misalnya melalui program magang mengajar,” katanya.

    Armin berharap evaluasi menyeluruh dan kolaborasi berbagai pihak dapat menjadi kunci dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Kaltim.

    “Silakan dikritisi, karena itu bagian dari perbaikan. Yang penting kita sama-sama mencari solusi,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Wawali Dorong Pelatihan Vokasi Jadi Alternatif Pendidikan bagi Pemuda

    September 2, 2026

    Distribusi Seragam Gratis di Kaltim Ditargetkan Rampung Awal Oktober

    September 1, 2026

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Suparno Apresiasi Prestasi Mahasiswa Polnes di Ajang UGM

    Agustus 30, 2026

    Sempat Vakum karena Anggaran, Festival Literasi Kaltim Kini Hidup Lagi Lewat Kolaborasi

    Agustus 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Narkotika hingga Kejahatan Investasi

    Andika SaputraSeptember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset didorong tidak hanya digunakan untuk menangani tindak…

    Antisipasi Tribun Penuh, Borneo FC Terapkan Nomor Kursi di Stadion Segiri

    September 3, 2026

    Hadapi Perubahan Industri, BPVP Siapkan Tenaga Kerja Masuk Era Green Jobs

    September 2, 2026

    Borneo FC Samarinda Tak Pilih Kompetisi, Nabil Tegaskan Semua Ajang Dihadapi

    September 2, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan BTT Rp2,5 Miliar untuk Tangani Dampak Kekeringan

    September 2, 2026
    1 2 3 … 3,316 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.